PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamsir tidak terlalu khawatir dengan ancaman resesi yang diprediksi turut mempengaruhi dunia pendidikan 2023 ini.
Apalagi, ekonomi Sulsel kata dia tumbuh dengan baik dengan tidak bertumpu pada industri mesin, elektonik, otomotif dan sejenisnya. Sehingga ia merasa tetap ekonomi Sulsel tetap terkendali.
"Kita sedikit optimis, karena ekonomi kita bukan ekonomi manufaktur yang banyak, kita lebih ke ekonomi pertanian, perkebunan dan lain sebagainya" ujarnya di Ruang Multimedia, Sekolah Islam Athirah, Jalan Kajolalido, Makassar, Rabu (4/1/2023).
Baca Juga : Sekolah Islam Athirah Tuan Rumah Temu Pendidik Nusantara 2024
Ditambah, berdasarkan hasil Survei Majalah Swa, kata Syamsir, pendapatan Sekolah Islam Athirah dapat meningkat satu tahun ke depan. Membuat Syamsir lenih percaya diri resesi tidak akan mempengaruhi bisnis pendidikan di Sekolah Islam Athira.
"Sekitar 55 persen responden mengatakan pendapatannya meningkat satu tahun kedepan," bebernya.
Terkait bagaimana respon Sekolah Islam Athirah, jika resisi atau ketidakstabilan ekonomi akan benar melanda, Syamsir menuturkan untuk wait and see.
Baca Juga : Sekolah Islam Athirah Buka PPDB 2023-2024, Siapkan 1.085 Kuota
"Kita lihat saja nanti, biasanya kami melihat kondisi nantinya, apa kira-kira langkah yang kami lakukan," sambungnya. Tetapi ia tetap berharap agar ekonomi Indonesia khususnya Sulsel tetap normal.
Disisi lain, Ketua Panitia PPDB Sekolah Islam Athirah, Ibnu Hajar mengungkapkan bahwa ada peningkatan biaya sekolah di Sekolah Islam Athirah di tahun 2023 ini
"Biaya sekolah ada peningkatan, mempertimbangkan kondisi ekonomi, uang pangkal dari 1 juta untuk wilayah Kajollaido dan Bone, untuk Bukit Baruga naik 500 ribu, untuk SPP naik 100 ribu untuk semua level (TK,SD,SMP,SMA) dan wilayah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News