PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto sebelumnya merespons hasil rilis BPS terkait inflasi Kota Makassar yang mencatat angka year on year (yoy) inflasi Kota Makassar naik menjadi 5.81 % dari sebelumnya 2.26%, hal tersebut membuat kenaikan inflasi dua kali lipat di tahun 2022.
Berdasarkan data tersebut, Danny, sapaan karibnya, menyebutkan, hasil tersebut merupakan pertanda baik sebab berada pada angkutan udara dan bensin.
Namun, untuk meng mengatasi hal tersebut, Danny menyebutkan akan sulit mencari formula dua kelompok tersebut karena di luar otoritas Pemkot.
Baca Juga : Siap-siap! BPS Bakal Rekrut 190 Ribu Petugas Sensus
"Misalnya kita mau subsidi bensin, siapa yang mau disubsidi. Itu soalnya jangan sampai salah. Mau subsidi naik pesawat nah di mana?," tanyanya, Senin (9/1/2023).
Danny menjelaskan walaupun menurun di angka 5.81%, tetapi tetap relatif di atas standard dan pemicu inflasi didominasi dari transportasi, terdiri dari bensin dan angkutan udara
"Kata teman-teman Dinas Perdagangan ternyata yang memicu sampai 17% itu adalah transportasi yang terdiri atas bensin dan angkutan udara, jadi banyak orang bepergian," katanya.
Pangan Terkontrol
Baca Juga : Munafri Bersama Kepala BPS Makassar Bahas Pembangunan Berbasis Data
Ia juga merespons soal pangan mengalami deflasi, di mana pangan di Makassar sangat terkontrol.
"Karana itu Pemkot Makassar bakal memelihara harga kebutuhan pokok dan pangan agar tetap terkendali," kata mantan Penasihat Tata Kota Makassar ini.
Menurut pantauan Dinas Perdagangan Kota Makassar dari 2 hingga 6 Januari di sepuluh pasar di Makassar, harga minyak curah turun dari Rp 15.059 ke Rp 14.670 dan harga minyak kemasan juga turun dari Rp 21.400 ke Rp. 19.800.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Lepas Armada Pengendali Inflasi
Harga bawang merah pun turun dari Rp 39.400 ke Rp 38.850. Bawang putih juga turun dari Rp 26.400 ke Rp 25.800, sedangkan cabe rawit mengalami kenaikan dari Rp 40.100 ke Rp 41.650.
Terkait hal ini, Danny juga telah meminta Dinas Perdagangan Kota Makassar untuk membuka posko pasar murah di semua kontainer makassar recovery.
"Saya juga minta penanaman di lorong, Dinas Ketahanan Pangan bikin pusat permintaan benih masyarakat di tiap kontainer,itulah gunanya kontainer yang orang bilang tidak ada gunanya," tegasnya.
Baca Juga : Tekan Laju Inflasi, Munafri Berencana Kembangkan Pola Pertanian Lahan Sempit
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar merilis kenaikan inflasi year on year (Yoy) di Makassar naik dua kali lipat ditahun 2022 sebesar 5,81 persen dari 2,26% di 2021, yang diakibatkan oleh adanya kenaikan sebagian indeks kelompok pengeluaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

