0%
Selasa, 10 Januari 2023 23:42

Sebut Lengkap Nama Korban dan Pelaku, DP3A Makassar Sesalkan Pemberitaan Pembunuhan Bocah

Editor : Rasdiyanah
2 remaja yang diringkus setelah membunuh bocah di Makassar, sebab tergiur iming-iming imbalan penjualan organ tubuh manusia. Foto: Portalmedia.id/Reza
2 remaja yang diringkus setelah membunuh bocah di Makassar, sebab tergiur iming-iming imbalan penjualan organ tubuh manusia. Foto: Portalmedia.id/Reza

DP3A Makassar sesalkan pemberitaan pembunuhan bocah di Makassar yang mengesampingkan kode etik.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemberitaan soal pembunuhan bocah yang melibatkan 2 remaja di Makassar berseliweran di media mainstream dan media sosial.

Di antara banyaknya media yang mewartakan, tidak sedikit yang menyebut secara lengkap nama pelaku dan korban pembunuhan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar (DP3A), Achi Soleman menyesalkan fakta itu. Baik nama korban dan pelaku, menurutnya tidak perlu ditulis secara lengkap.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Pria di Makassar Ditangkap, Motifnya Tak Terima Dipukul Saat Melerai

“Terkait pemberitaan, ini kan media banyak mengutip bucket polisi yah. Kalau polisi wajar saja tidak diinisialkan, kalu pemberitaan media kan ada kode etik,” ungkapnya kepada Portalmedia.id, Selasa (10/01/2023).

Achi menyebutkan, pemberitaan demikian akan berdampak pada keluarga korban. Juga pada pelaku, karena track recordnya akan terekam jelas dalam jejak digital.

Walau demikian, ia menegaskan tidak melarang media mewatakan peristiwa itu. Ia bahkan menyebut penting bagi masyarakat mengetahuinya.

Baca Juga : Tak Hanya Habisi Ibu Mantan Kekasih, Pria Di Makassar Perkosa Putri Korban 4 Kali

“Melihat adanya pemberitaan itu kan kasihan keluarganya. Ada track recordnya. Tapi itu mesti diberitakan, kenapa? Supaya masyarakat tahu, begitu banyak aksi kekerasan hadir yang bahkan anak-anak sekali pun bisa melakukan kekerasan terhadap anak sendiri,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki FS (11) menjadi korban pembunuhan. FS diculik dan dibunuh oleh dua orang remaja bernama AD (17) dan MF (14).

Kapolsek Panakkukang Kompol Azis kepada awak media membenarkan, korban yang masih berusia 11 tahun ditemukan sudah meninggal dunia di Waduk Nipa-Nipa, Maros.

Baca Juga : Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Makassar

Saat ini, kedua pelaku telah diringkus dan diamankan di Polrestabes Makassar. Kedua pelaku mengaku melancarkan aksinya untuk menjual organ dalam korban di salah satu situs online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar