PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Eks Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Hardianto Haris menilai kesempatan partai politik (parpol) pendatang baru untuk lolos ke parlemen sangat kecil.
Dari 17 peserta Pemilu 2024, terdapat delapan partai non parlemen tiga di antaranya adalah pendatang baru alias lahir pascapemilu 2019. Tiga partai pendatang baru di Pemilu 2024 adalah Gelora, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Buruh.
"Ada beberapa partai baru yang lolos jadi peserta Pemilu untuk 2024, bukan berarti parpol baru mampu lolos ke senayan, sekedar memenuhi syarat administrasi" kata Hardianto Haris kepada Portalmedia.id, Rabu (11/1/2023).
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
Hardianto menilai masih banyak masyarakat yang "buta" soal partai-partai tersebut. Parpol baru ini hanya mampu memenuhi syarat dukungan secara administrasi, bukan syarat secara basis yang nyata dan dapat dukungan yang real.
"Alasan partai yang baru sulit lolos ke senayan (dapat kursi)karena waktu yang singkat bagi parpol untuk bersosialisasi," jelasnya.
Parpol pendatang baru tersebut, kata Hardianto, tidak mempunyai waktu untuk bersosialisasi di tengah masyarakat. Parpol hanya disibukkan mengurus syarat administrasi agar bisa lolos jadi peserta pemilu.
Baca Juga : Ahmad Ali Target PSI Bidik 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029
"Mereka belum ada waktu dan kesempatan bersosialisasi dan membuat basis tersendiri," ungkapnya.
Mantan pelatih jurnalis FC ini khawatir, nantinya pengurus partai baru tidak bekerja secara efektif dalam rangka meningkatkan popularitas dan elektabilitas partai itu sendiri.
Sebab, apabila parpol baru tidak dibekali dengan kekuatan financial, apalagi pada saat memasang caleg-caleg yang bukan publik fiqur yang berpengaruh.
Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
"Maka ini sangat sulit bagi parpol untuk mencapai syarat kelolosan Parliamentery Threshold 20% sebagai syarat kelolosan jadi Presidential Threshold atau syarat menjadi partai pengusung Capres 2024," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News