PORTALMEDIA.ID. MAKASSAR - Aparat kepolisian kini menjaga ketat rumah kontrakan orang tua dari salah satu pelaku pembunuhan bocah 10 tahun di Makassar.
Penjagaan ini menyusul usai rumah pelaku A (17) dibongkar secara paksa oleh ratusan kerabat dekat korban. Korban (FS) diketahui adalah bocah 10 tahun yang diculik kemudian dibunuh yang jasadnya dibuang di bawah jembatan Jalan Inspeksi Pam Timur Waduk Nipah-nipah, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulsel.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Abdul Azis mengatakan, penjagaan dilakukan lantaran mengantisipasi hal yang tidak diinginkan kembali terjadi.
Baca Juga : Dua Pria Misterius Bawa Kabur Gadis Disabilitas di Makassar, Dua Pekan Belum Ditemukan
"Kami jajaran pihak kepolisian mengimbau masyarakat pasca kejadian untuk tetap tenang, untuk itu kita tetap siaga di tempat ini (rumah pelaku)," kata Azis saat ditemui awak media di kediaman pelaku, Rabu (11/1/2023).
Kata Azis, penjagaan ketat bakal dilakukan sampai situasi dianggap telah kondusif. Dalam penjagaan itu juga melibatkan puluhan personel Satsabhara Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel.
Personel bakal melakukan penjagaan secara bergantian selama 1x24 jam.
Baca Juga : Pria di Makassar Tewas di Kantor Pembiayaan saat Protes Kendaraannya Ditarik
"Kita perkirakan sampai tiga hari ke depan atau sampai aman. Personel yang kita libatkan Polsek Panakkukang yang diback up Sat Sabhara Polrestabes Makassarsatu pleton dan 1 kompi Brimob Polda Sulsel," ucapnya.
Azis menjelaskan bahwa, aksi perusakan kemarin yang dilakukan pihak keluarga korban secara spontan usai melakukan proses pemakaman terhadap jasad Muh Fadli Sadewa
"Kemarin itu spontanitas pulang dari kuburan keluarga besar korban sempat ke rumah pelaku, rumah ini sebenarnya rumah kontrakan dari orang tua pelaku. Untuk keluarga pelaku sudah diamankan, penghuninya sendiri sudah pindah di rumah pribadi," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News