0%
Minggu, 17 Juli 2022 09:26

Pengamat Nilai Pendataan Calon Penerima BBM Bersubsidi Jadi Masalah Krusial MyPertamina

Editor : Rasdiyanah
Foto: dok pertamina
Foto: dok pertamina

Uji coba penggunaan MyPertamina masih terus dilakukan, namun seiring berjalannya program ini pengamat menilai pendataan dari calon penerima bbm bersubsidi yang saat ini menjadi masalah krusial di MyPertamina.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Uji coba penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yaitu jenis pertalite dan solar melalui aplikasi MyPertamina sudah berjalan sejak Jumat (1/7/2022). Pelaksanaan tersebut baru berlaku di sejumlah kota dan kabupaten.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menyatakan hal yang dilakukan Pertamina merupakan masih langkah awal untuk penyaluran tepat sasaran.

"Kalau yang sekarang ini yang menjadi masalah ada pada faktor penguncinya ini, terdapat pada siapa-siapa yang berhak, yang basisnya apa, kalau mobil yang jenis apa, masyarakatnya dengan pendapatan berapa. Saya kira itu adalah pendataan yang paling krusial untuk dilalui di dalam proses ini," ujar Komaidi, seperti dikutip dari liputan6.com, Minggu (17/72022). 

Baca Juga : Pertamina Tebar Diskon BBM hingga LPG, Begini Cara Aksesnya

Komaidi menyatakan berdasarkan APBN 2022, kuota untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) telah ditetapkan sebesar 24,3 juta kilo liter. Atau angka tersebut harus mencukupi selama setahun. Sedangkan data dari pemerintah dan Pertamina menetapkan kebutuhan mencapai 28-30 juta kilo liter.

"Konteksnya, kemudian Pertamina kan harus menjaga yang ada sekitar 23 juta tadi cukup sampai dengan akhir tahun. Kalau dibuka mekanismenya sampai sekarang, itu mungkin hanya akan sampai Oktober karena habis," katanya. 

Dia menambahkan, "Jadi, konteks mengaturnya itu adalah kalau dari sisi Pertamina yaitu mengupayakan bagaimana 23 juta kilo liter yang diamanatkan pemerintah kepada mereka untuk didistribusikan kemudian cukup sampai dengan akhir tahun."

Baca Juga : Menteri ESDM Bahlil Beri Izin Ojol Beli BBM Subsidi, Skema Subsidi Masih Dikaji

Dia menjelaskan, ketika data yang dibutuhkan untuk penerima subsidi telah terkumpul pelaksanaan penyaluran BBM subsidi dapat terealisasi. Sedangkan saat ini semua pihak bisa mendaftarkan diri dan nantinya akan dilakukan verifikasi.

Ada yang Terlewat

Lanjut Komaidi, saat ini ketentuan tersebut belum diputuskan oleh pemerintah, Pertamina dan sejumlah instansi lainnya. Dia juga menyarankan jika aplikasi MyPertamina merupakan salah satu instrumen dalam pelaksanaan penyaluran BBM subsidi.

"Saya melihatnya ada sesuatu yang terlewat untuk dikomunikasikan oleh teman-teman di Pertamina. Jadi, seolah-olah hal ini untuk mengkomunikasikan programnya Pertamina, yaitu MyPertamina. Padahal, MyPertamina sebelum ada program ini kan sudah ada. Aplikasi tersebut sebagai loyalty program," ujar dia.

Baca Juga : Menteri ESDM Bahlil Sebut Subsidi BBM Hanya untuk Kendaraan Pelat Kuning

"Perusahaan-perusahaan lain sebenarnya juga punya, seperti Shell dan lain lain. Mereka memiliki program tersendiri dan hanya berbeda instrumen. Akhirnya, fasilitas adanya aplikasi tersebut digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mendata subsidi tepat sasaran," dia menandaskan.

Diketahui sebelumnya, Pertamina melalui anak usaha Pertamina Patra Niaga mewajibkan konsumen BBM jenis Pertalite dan Solar melakukan pendaftaran di situs MyPertamina lebih dulu untuk bisa membeli BBM subsidi tersebut. Pendaftaran sendiri dimulai pada 1 Juli 2022.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar