PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel), Khaeroni bersama dengan Pelaksana Jabatan (PJ) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Aslam Patonangi melakukan rapat membahas aliran yang dianggap sesat di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Khaeroni menjelaskan bahwa terkait aliran sesat seperti Hakikinya Hakiki dan Aliran Bab Kesucian menjadi salah-satu pembahasan dan tengah dicari solusi yang terbaik terkait masalah ini.
"Intinya adalah bagaimana kita memberikan perlindungan kepada masyarakat dan ummat beragama agar bisa menjalani praktik-praktik keagamaan lebih tenang, lebih nyaman, dan tidak terpengaruh dengan paham-paham yang tidak lazim," ujarnya ketika ditemui Portalmedia.id, Senin (16/1/2023).
Baca Juga : Sekprov Sulsel Dorong Pemda Maksimalkan PAD Potensi SDA
Selama ini, kata Khaeroni, Kemenag Sulsel tetap mengedepankan pada proses-proses pembinaan secara arif dan bijaksana.
Dan hingga ini, katanya, tetap berlangsung dialog atau diskusi antara pihak aliran yang dianggap sesat dan pihak pemerintah.
Diberitakan sebelumnya, dugaan aliran sesat bernama 'Bab Kesucian' viral di sosial media beberapa hari terakhir ini. Hal itu menyusul laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel tentang ajaran yang menyimpang di aliran tersebut.
Baca Juga : Kloter Pertama Jemaah Haji Makassar Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci
Aliran 'Bab Kesucian' ini berada di bawah naungan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang dipimpin Hadi Kesumo tepatnya di Kampung Butta Ejayya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News