0%
Jumat, 20 Januari 2023 23:32

Gelar Doa Bersama dan Bakar Lilin, Kelurga Minta Kasus Kematian Virendy Ditangani Serius

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Keluarga dan Mahasiswa Teknik Unhas menggelar doa bersama dan bakar lilin sebagai bentuk duka dan mengenang Almarhum Virendy Marjefy Wehantouw (19) . Foto: Portalmedia.id/Reza
Keluarga dan Mahasiswa Teknik Unhas menggelar doa bersama dan bakar lilin sebagai bentuk duka dan mengenang Almarhum Virendy Marjefy Wehantouw (19) . Foto: Portalmedia.id/Reza

Mahasiswa Teknik Unhas dan keluarga dari Virendy Marjefy Wehantouw (19) menggelar doa bersama dan bakar lilin.

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR - Puluhan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin Makassar menggelar doa bersama disertai bakar lilin di depan Kampus Unhas Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (20/1/2023) malam.

Kegiatan itu ditujukan guna mengenang tewasnya Virendy Marjefy Wehantouw (19) saat mengikuti Diksar Mapala 09 di kawasan Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain dihadari oleh rekan-rekannya, pihak keluarga Virendy juga turut hadir.

Ditemui oleh awak media ayah Virendy, James meminta pihak kepolisian maupun pihak Universitas Hasanuddin Makassar serius dalam menangani ihwal kematian mahasiswa jurusan arsitektur tersebut.

Baca Juga : Dapat Tekanan, Pengacara Urung Tangani Kasus Kematian Mahasiswa Unhas saat Ikut Diksar Mapala

"Kami harapkan pihak kepolisian maupun pihak kampus benar-benar serius menangani kasus ini" ujar James.

Ditegaskan James, dirinya akan mengalihkan laporannya ke Polda Sulsel jika perkara kematian putranya itu yang ditangani Polres Maros tidak maksimal.

"Kami harapkan polres Maros supaya benar-benar serius menangani ini kalau tidak bisa terpaksa kami alihkan ke Polda Sulsel," kata James. 

Pihak Birokrasi Belum Temui Keluarga Korban

Baca Juga : Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pejabat Kampus FT Unhas Ihwal Tewasnya Mahasiswa saat Ikut Diksar Mapala

James bahkan menyebutkan bahwa sampai saat ini pihak birokrasi Unhas Makassar belum pernah mendatangi bahkan menemui pihak keluarga Virendy.

"Dari pihak kampus terus terang sampai detik ini belum pernah datang menemui pihak keluarga, maupun dari pihak fakultas maupun dari pihak panitia yang permah datang hanya pengurus Mapala saja," lanjutnya.

James Sayangkan adanya Indikasi Cuci Tangan dari Pihak Kampus

James melihat, ada inidikasi cuci tangan dari pihak kampus ihwal kematian putranya itu.

Baca Juga : Panitia dan Pengurus Mapala 09 FT Unhas Diperiksa Ihwal Kematian Mahasiswa saat Diksar

"Kalau dibilang cuci tangan dari awal waktu masih di RS pertama dekan bilang, dia yang lepas tapi ketika diwawancara oleh media dia bilang kegiatan inikan di luar kampus bukan tanggung jawab pihak Universitas, akhirnya situasi memanas," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) jurusan Arsitektur bernama Virendy Marjefy Wehantouw (19) tewas saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) 09. 

Guna mengungkapkan jelas dibalik misteri kematian mahasiswa kelahiran 4 Maret 2004 itu pihak keluarga menempuh jalur hukum dengan melaporkan insiden itu di Mapolres Maros.

Baca Juga : Imbas Tewasnya Mahasiswa saat Diksar, Unhas Bentuk Tim Investigasi dan Bekukan Mapala 09

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer