PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR-- Masyarakat di beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah dihebohkan dengan maraknya isu penculikan anak.
Kepanikan masyarakat utamanya para orang tua ini dipicu pasca peristiwa penculikan sekaligus pembunuhan secara berencana yang dialami seorang bocah bernama Muh Fadli Sadewa (10) di Kota Makassar, untuk organ tubuhnya dijual oleh pelaku.
Peristiwa itu pun menggemparkan dan membuat geger warga tidak saja di Kota Makassar, bahkan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat di daerah-daerah.
Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh
Hal itu dibuktikan dengan ramainya video yang beredar di media sosial (Medsos) ihwal penculikan anak. Tak hanya itu, masyarakat pun tak segan-segan melakukan aksi main hakim sendiri terhadap pelaku yang dituduh sebagai pelaku penculikan anak.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana menjelaskan, bahwa isu yang kian marak dan menghebohkan masyarakat setiap kali terjadi main hakim sendiri merupakan informasi hoaks.
"Itu kan hoaks, kita sudah berikan pemahan itu hoaks, kalau kasus penculikan anak baru satu kali itu kemarin itu saja. Tidak ada kasus begitu lagi setelah yang kasus kemarin itu," Jelas Komang kepada Portalmedia, Senin (23/1/2023) malam.
Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
Kata Komang, pasca aksi penculikan dan pembunuhan yang korbannya merupakan anak-anak itu, pihaknya pun gencar menyampaikan imbauan terhadap masyarakat maupun orang tua agar memperketat pengawasan terhadap para anaknya.
"Kita sudah sampaikan orang tua atau masyarakat khususnya harus punya peran juga mengawasi anak-anaknya, mengawasi dia di rumah atau di luar rumah. Fungsi pengawasan orang tua atau masyarakat pastilah sangat membantu di dalam situasi maraknya isu penculikan anak itu," ucapnya.
Perwira polisi berpangkat tiga bunga melati itu menduga isu aksi penculikan anak ini muncul lantaran ada orang-orang yang sengaja menyebar isu hoaks di tengah masyarakat.
Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI
"Iya, itukan ada orang-orang yang mau membuat situasi tidak nyaman di masyarakat tapi kita sudah mengimbau masyarakat tetap waspada dan antisipasi. Kita juga sudah melakukan maping daerah-daerah mana yang sering terdapat anak-anak yang sering kumpul, kita juga patroli, Binmas juga sudah mengimbau untuk ikut menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing," Jelasnya.
Sedangkan, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto menegaskan bahwa masyarakat jangan gampang termakan isu yang belum benar kejadiannya.
"Tidak ada yang namanya penjualan organ tubuh, kalaupun ada anak yang hilang. Tidak usah khawatir polisi pasti akan membantu untuk mencari," ujar Budhi belum lama ini
Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel
Oleh karena itu, Budhi meminta kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak masing-masing.
"Kepada orang tua, yang dituakan di keluarga anak-anaknya dijaga, jangan dilepas begitu saja sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal," ucap Budhi.
Meski demikian, isu penculikan anak sendiri kata Budhi, tidak menutup kemungkinan terjadi. Namun dipastikannya kalau itu terjadi, bukan terkait penjualan organ tubuh manusia.
Baca Juga : Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Brimob Dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Bencana Sumatera
"Karena kalau dibilang tidak ada (penculikan anak), saya tidak bisa katakan demikian. Akan tetapi penculikannya bukan karena penjualan organ tubuh, tetapi karena ada sesuatu," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News