0%
karangan bunga makassar
Selasa, 24 Januari 2023 08:54

Singgung Kisah Bocah Pemenang Olimpiade Matematika Internasional, PSI: Minim Pemberitaan Podcast Pesohor

Editor : Azis
Caesar Hendrik Meo Tnunay atau yang akrab dipanggil Nono dari SD kelas 2 dari Nusa Tenggara Timur (NTT), menyabet juara pertama International Abacus World Competition 2022 atau olimpiade matematika tingkat dunia.
Caesar Hendrik Meo Tnunay atau yang akrab dipanggil Nono dari SD kelas 2 dari Nusa Tenggara Timur (NTT), menyabet juara pertama International Abacus World Competition 2022 atau olimpiade matematika tingkat dunia.

Mary menyayangkan adanya ketimpangan antara pemberitaan media tentang kisah inspiratif anak-anak Indonesia

dewanpers

PORTALMEDIA.ID -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meminta media, terutama podcast para pesohor lebih banyak mengangkat cerita mengenai anak Indonesia yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Hal ini mengingat timpangnya ekspos media arus utama maupun podcast pesohor terhadap prestasi anak-anak Indonesia dibanding anak-anak yang mengumbar sensasi.

iklan pdam

Juru Bicara DPP PSI Mary Silvita mencontohkan prestasi level internasional yang ditorehkan Caesar Hendrik Meo Tnunay atau yang akrab dipanggil Nono dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswa kelas 2 SD itu menyabet juara pertama International Abacus World Competition 2022 atau olimpiade matematika tingkat dunia. Namun, perhatian terhadap Nono masih minim.

"Sejauh yang saya baca, yang memberitakan adalah media arus utama. Media-media berbasis online berupa podcast para pesohor rasanya masih minim," ujar Mary di Jakarta, Senin (23/1/2023) dilansir Berita Satu.

Mary menjelaskan seharusnya anak berprestasi perlu mendapat ekspos lebih banyak untuk menginspirasi banyak pihak sekaligus bentuk apresiasi. Dia beranggapan overexposure kegalauan remaja putus cinta tidak membangun anak-anak secara positif.

"Menghibur iya, tetapi kita juga perlu suguhan yang lebih dari sekedar menghibur. Anak Indonesia butuh lebih banyak role model yang mengajak gemar belajar dan berprestasi," tegasnya.

Menurut Mary seharusnya tidak sulit bagi media mengemas kisah-kisah inspiratif para anak bangsa yang berprestasi menjadi tayangan yang digandrungi publik. Untuk itu, Mary mengajak insan media, baik televisi maupun internet, untuk lebih mengarusutamakan tayangan-tayangan bermuatan edukasi dan inspiratif ketimbang konten hiburan semata.

“Media dan juga podcast para pesohor memiliki peran sentral dalam menciptakan figur-figur yang akan dijadikan idola dan dicontoh oleh anak-anak Indonesia. Kita percaya dengan daya kreativitas insan media kita," ungkap dia.

"Cerita anak yang galau karena cinta monyet saja bisa dikemas jadi suguhan menarik bagi publik, apalagi kisah anak-anak kita yang memang outstanding, yang luar biasa membanggakan, seperti cerita tentang Nono, anak kecil, masih 8 tahun usianya, datang dari desa dengan segala keterbatasan tapi bisa jadi juara dunia di bidang matematika," tutur dia menambahkan.

Mary menyayangkan adanya ketimpangan antara pemberitaan media tentang kisah inspiratif anak-anak Indonesia dengan figur anak yang diekspos secara berlebihan hanya demi rating dan kepentingan hiburan semata.

Padahal, kata dia, kisah Nono, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunayyang yang masih berusia 8 tahun yang berasal dari desa di Kupang, NTT, bisa menjadi juara dunia di bidang matematika.

"Nono berhasil mengalahkan ribuan anak yang berasal dari penjuru dunia, termasuk negara-negara maju. Kurang keren apa coba? Kami yakin Nono layak menjadi idola baru anak-anak Indonesia. Asal kita punya semangat yang sama, sama-sama peduli pada masa depan anak-anak Indonesia. Tayangan edukasi dan inspiratif harus jadi arus utama,” pungkas Mary.

Sebelumnya, ramai influencer, figur publik hingga media televisi yang mengekspos kisah remaja berusia belasan tahun yang tengah galau karena putus cinta.

Pengalaman patah hati remaja tersebut kemudian membuatnya menjadi laksana pujangga cinta yang mampu merangkai kata-kata bijak yang quotable sehingga viral.

Sementara, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunayyang atau Nono berhasil menjadi juara 1 dalam Olympiade Internasional Abacus World Competition, mengalahkan ribuan anak lainnya dari penjuru dunia.

Padahal, dua tahun sebelumnya Nono sempat gagal menjadi juara 1 karena listrik di rumahnya padam. Namun, prestasi dan kisah inspiratif Nono tersebut seakan kalah pamor dibanding kisah remaja patah hati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer