PORTALMEDIA.ID, BARRU - Kementrian Pertanian (Kementan) RI, mengalokasikan 35.841.638 dosis vaksin untuk mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menyerang ternak sapi dan kerbau. Vaksin ini akan disalurkan ke 29 provinsi di Indonesia.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, mengungkapkan, sejak terjadinya wabah PMK di Indonesia pada Bulan Mei 2022, Kementan telah mengupayakan berbagai upaya pengendalian. Yaitu dengan melakukan surveilans klinis, biosecurity, pembatasan lalulintas ternak, dan vaksinasi secara masif dan massal.
"Pengadaan vaksin di tahun 2022 telah terealisasi vaksinasi 9,3 juta dosis pada seluruh jenis hewan rentan PMK yaitu sapi, kerbau, kambing, domba dan babi," kata Nasrullah, di sela Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional 2023 oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang dipusatkan di Kabupaten Barru, Sabtu, 28 Januari 2023.
Baca Juga : Kampanyekan DIA di Kampung Halaman SYL, Deng Ical: Sejarah akan Terulang
Menurut Nasrullah, dampak vaksinasi pada ternak rentan PMK pada tahun 2022 telah memberikan gambaran penurunan kasus PMK yang cukup signifikan sampai dengan 99,9 persen pada Desember 2022, dibandingkan pada puncak kasus pada Bulan Mei.
"Disamping itu, dilaporkan 11 propinsi yang sudah tidak diketemukan kasus PMK baru selama minimal 14 hari sejak kasus terakhir dilaporkan atau Zero Reported Case," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Barru, Suardi Saleh memberikan apresiasi atas bantuan Kementan dalam memberikan bantuan penuh pada pengendalian dan pengendalian PMK. Kabupaten Barru merupakan salah satu wilayah pusat pengembangan dan pembibitan sapi Bali, memiliki jumlah sapi 61.812 ekor dan sebanyak 12.302 ekor ternak yang telah divaksin.
Baca Juga : PT DKI Jakarta Tambah Hukuman SYL Jadi 12 Tahun Penjara
"Alhasil, hingga saat ini Kabupaten Barru zero kasus PMK. Ini berkat bantuan vaksin, obat-obatan dan pendampingan penuh dari Kementerian Pertanian," ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News