PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Data terbaru, Indonesia memiliki 86,7 persen penduduk muslim dari total populasinya yang mencapai 273 juta jiwa.
Sayangnya, jika dilihat data ekonominya, Indonesia tidak masuk menjadi negara produsen halal terbesar di dunia, lima besar pun tidak. Indonesia malah menempati posisi pertama dari lima besar pasar makanan halal dengan valuasi USD 147 miliar. Disusul Bangladesh dengan nilai USD 125 miliar, Mesir USD 120 miliar, Pakistan USD 88 miliar, dan Nigeria dengan USD 86 miliar.
"Negara yang masuk sebagai produsen halal terbesar adalah Brasil, Amerika, China. Padahal mereka bukan negara muslim terbesar," ungkap Menteri BUMN, Erick Thohir, saat acara Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Mathla'ul Anwar di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu, 29 Januari 2023.
Baca Juga : Erick Thohir Pastikan Kesiapan BUMN Siapkan Program Mudik Gratis, Daftar Segera
Erick menjabarkan data berdasarkan sumber global economy report tahun 2020-2021. Data itu menyebutkan, lima eksportir produk halal dunia pada 2020. Brazil menduduki peringkat pertama dengan valuasi USD 16,5 miliar.
Kemudian peringkat kedua ada India dengan USD 15,4 miliar, lalu ketiga adalah Amerika Serikat dengan valuasi USD 13,2 miliar, keempat Rusia dengan USD 12,7 miliar, dan kelima ditempati China dengan valuasi USD 9,5 miliar.
"Kita tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton dan hanya mengonsumsi. Namun, kita harus menjadi produsen," kata Erick. (*)
Baca Juga : Menteri BUMN Perintahkan Pertamina Ungkap Dugaan Kebocoran Distribusi Elpiji 3Kg
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News