0%
Kamis, 02 Februari 2023 13:55

Kata Pengamat Soal Pertemuan Surya Paloh dan Airlangga

Editor : Azis Kuba
Kata Pengamat Soal Pertemuan Surya Paloh dan Airlangga
ist

Silaturahmi itu menurut saya hanya untuk 'say hello' saja',

PORTALMEDIA.ID -- Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menuai beragam tanggapan, mengingat keduanya berada di poros berbeda untuk Pilpres 2024 mendatang.

Partai Golkar bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sementara Partai NasDem bersama Koalisi Perubahan.

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai pertemuan antara dua ketua partai politik itu hanya untuk menjalin silaturahmi.

Baca Juga : Surya Paloh Nilai Peningkatan Kursi NasDem Bukti Kekuatan Gerakan Perubahan

"Silaturahmi itu menurut saya hanya untuk 'say hello' saja', hanya untuk mencairkan kebekuan komunikasi politik agar tidak kaku dan stagnan," ujarnya pada Rabu (1/2/2023).

Menurutnya, Golkar dan NasDem memiliki kekuatan politik besar di kancah perpolitikan Indonesia. Peluang kerja sama kedua partai pun terbuka lebar pada sisi penguatan politik kebangsaan.

"Peluang itu bisa saja terjadi minimal untuk menguatkan politik kebangsaan sebagai parpol nasionalis. Sebagai kekuatan politik nasional, silaturahmi itu penting agar bisa menyamakan visi visi besar kebangsaan," lanjutnya.

Baca Juga : Surya Paloh Ajak Lihat Secara Objektif Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Saat ini, baik Partai Golkar maupun Partai NasDem memiliki latar belakang yang sama, yakni berada dalam pemerintahan. Oleh karena itu, komunikasi keduanya akan lebih mudah.

"Pengalaman kedua parpol di pemerintahan, saya pikir membuat keduanya akan lebih mudah membangun komunikasi lanjutan," jelasnya.

Kendati demikian, Golkar dan NasDem dinilai sulit bekerja sama dalam bentuk koalisi karena keduanya dalam poros koalisi yang berbeda.

Baca Juga : Kader NasDem Diminta Jaga Militansi dan Solidaritas di Tengah Tantangan Zaman

"Namun menurut saya peluang untuk membangun koalisi di antara keduanya akan sulit dan jalannya seperti terjal," ungkap Surokim.

Ia mengatakan bahwa Golkar masih akan mengamati perkembangan dinamika politik sembari menunggu arahan Jokowi.

"Golkar tentu masih akan melihat situasi dan kondisi. Rasanya masih akan menunggu komando Pak Jokowi dan juga melihat kecenderungan PDIP untuk mengarahkan dukungan KIB. Dan, sepertinya akan berbeda dukungan capres dengan Nasdem," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com
Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer