PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Warga Pakatterang, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berinisiatif menambal jalan berlubang di sekitaran jalan tersebut dengan tanah selokan, Selasa (7/2/2022) kemarin.
Salah seorang warga, Erick Setiawan mengatakan jalan yang ditambal itu merupakan jalan poros Jeneponto-Bantaeng. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengguna jalan.
"Karena saya peduli sama warga yang biasa lewat," kata Erick, sapaannya.
Baca Juga : Hadiri Hut Jeneponto, Bupati Bantaeng Uji Nurdin Nilai Bumi Tuareta Berkesan
Erick menyebutkan, inisiatifnya ini juga karena beberapa kali melihat pengendara nyaris terlibat kecelakan akibat menghindari lubang tersebut.
"Karena tadi hampir kecelakaan, untuk menghindari lubang ini," jelasnya.
Erick menambahkan, kondisi jalan berlubang itu sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Hingga kini, tak kunjung ada perharian serius dari pemerintah.
Baca Juga : Danny Pomanto dan Pj Bupati Jeneponto Taken MoU Pengendalian Inflasi Daerah
"Sudah hampir dua bulan," singkatnya.
Erick dan warga lainnya berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki, untuk menghindari kecelakaan. Warga menimbun jalan itu menggunakan tanah selokan.
"Semoga pemerintah bisa melihat aksi kami memperbaiki jalan," terangnya.
Baca Juga : Mukhtar Tompo Serahkan Proposal Pembangunan Pasar Karisa Jeneponto ke Mendag Zulhas
Salah satu pengendara bernama Ibnu mengatakan, pemerintah seharusnya mengambil langkah cepat sebelum terjadi kecelakaan.
"Pemerintah harus segera melakukan perbaikan jalan, sebelum jalan-jalan rusak yang diakses ribuan orang setiap hari mengalami kecelakaan lalu lintas dan perbaikan jalannya tidak asal dilakukan perbaikan tetapi bertahan secara jangka panjang," ungkapnya saat ditemui di sekitar jalan tersebut.
Dia juga menyayangkan sikap kontraktor yang bekerja secara asal-asalan. Ia berharap, kontraktor bisa mengedepankan kualitas, dan anggaranya jalan tersebut tidak dikorupsi.
Baca Juga : Polres Jeneponto Amankan Pengedar Sabu, 1 Orang DPO
"Mudahnya jalan-jalan poros rusak karena kualitasnya yang buruk, kualitas buruk dikarenakan para kontraktor-kontraktor yang bertanggung jawab dalam pekerjaan infrastruktur jalan, cenderung melakukan kejahatan korupsi anggaran," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News