PORTALMEDIA.ID, GOWA - Warga Desa Tanakaraeng Kecamatan Manuju, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan kondisi jembatan darurat penghubung antara desa dan kecamatan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Jembatan darurat dengan panjang kurang lebih 50 meter ini dibangun oleh batalion zeni tempur atau dikenal Yon Zipur dan para relawan pasca diterjang banjir bandang Januari 2019 silam.
Salah satu warga, Daeng Moncong (42) mengeluhkan kondisi jembatan tersebut. Bahkan ia menuturkan pernah terjatuh di jembatan darurat tersebut hingga membuatnya tidak bisa berjalan selama 2 tahun.
Baca Juga : Lomba Layangan Semarakkan HUT Ke-80 RI di Kabupaten Gowa
Selama ini, lanjut Daeng Moncong wargalah yang bergotongroyong mengganti papan jembatan yang sudah rapuh dengan yang baru. Kondisi ini mengintai keselamatan pengendara ketika menyeberangi sungai dengan jembatan yang terancam ambruk.
"Warga yang bergotongroyong jika papan jembatan tersebut tidak layak lagi di lalui dengan membeli kayu dengan harga hampir 2 juta per kubik nya," ungkapnya, Selasa (14/2/2023).
Lebih lanjut, Daeng Moncong mengatakan pemerintah yang berwenang terkesan menutup mata akan kondisi jembatan darurat yang setiap harinya dilalui oleh banyak kendaraan.
Baca Juga : Kabupaten Gowa Siap Jadi Daerah Penyangga Kegiatan Internasional
"Kami berharap pemerintah yang berwenang bisa secepatnya memperbaiki jembatan darurat yang sudah 4 tahun tidak diperbaiki tersebut," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News