0%
Senin, 20 Februari 2023 00:34

Mengenal Penyakit Anemia, Kasus yang Membuat Stok Darah Menipis di Jeneponto

Penulis : Akbar Razak
Editor : Rasdiyanah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanti Mansur. Foto: Portalmedia.id/Akbar Razak
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanti Mansur. Foto: Portalmedia.id/Akbar Razak

Kasus anemia berat dilaporkan melanda warga Jeneponto bahkan mendominasi di RSUD Jeneponto yang sempat menyebabkan stok darah menipis. Lantas seperti apa penyakit anemia sebenarnya? Portalmedia.id, berkesempatan berbincang bersama Kepala Dinas Kesehatan jeneponto terkait penyakit ini.

"Anemia dengan kadar hemoglobin di bawah 8 gram per desiliter sudah tergolong berat. Kondisi ini disebut dengan anemia gravis," sebutnya.

Pengobatan Anemia

Sementara untuk proses pengobatan anemia, kata dia, tergantung penyebab yang mendasarinya, mulai dari konsumsi suplemen zat besi, transfusi darah, hingga operasi.

"Penyebab anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh tidak mendapat cukup oksigen dan tidak berfungsi secara normal (hipoksemia)," katanya.

Penyebab Anemia

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham: Pemkot Makassar Siap Berkolaborasi Tekan HIV/AIDS

Secara garis besar, anemia terjadi akibat tiga kondisi berikut ini.

  1. Produksi sel darah merah yang kurang,
  2. Kehilangan darah secara berlebihan,
  3. Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat.
Jenis-jenis Anemia 
  • Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi membuat tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb). Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dalam makanan, atau karena tubuh tidak mampu menyerap zat besi, misalnya akibat penyakit celiac.

  • Anemia pada Masa Kehamilan

Ibu hamil memiliki nilai hemoglobin yang lebih rendah, tetapi hal ini normal. Meski demikian, kebutuhan hemoglobin meningkat saat hamil sehingga dibutuhkan lebih banyak zat pembentuk hemoglobin, yaitu zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

Baca Juga : Pemkot Makassar dan AHF Gencarkan Edukasi dan Pengobatan HIV/AIDS

Bila asupan ketiga nutrisi tersebut kurang, maka dapat terjadi anemia yang bisa membahayakan ibu hamil maupun janin.

  • Anemia Akibat Perdarahan

Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau terjadi seketika. Penyebabnya bisa cedera, gangguan menstruasi, wasir, peradangan pada lambung, kanker usus, atau efek samping obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Anemia karena perdarahan juga bisa jadi merupakan gejala cacingan akibat infeksi cacing tambang yang menghisap darah dari dinding usus.

  • Anemia Aplastik

Baca Juga : Jelang Akhir Masa Jabatan, Iksan Iskandar Akui Banyak Program Belum Tercapai

Anemia aplastik terjadi ketika kerusakan pada sumsum tulang membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal. Kondisi ini diduga dipicu oleh infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun, serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

  • Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat daripada pembentukannya. Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua, atau didapat setelah lahir akibat kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria.

  • Anemia Akibat Penyakit Kronis

Beberapa penyakit dapat memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar