0%
Senin, 20 Februari 2023 23:41

Angka Pengangguran Bantaeng 2,72 %, BPS: Berkat Kebangkitan UMKM dan Intervensi Pemerintah

Penulis : Akbar Razak
Editor : Rasdiyanah
Plt Kepala BPS Kabupaten Bantaeng, Mushawwir Arman. Foto: dok
Plt Kepala BPS Kabupaten Bantaeng, Mushawwir Arman. Foto: dok

BPS mirilis angka kemiskinan di Bantaeng turun hingga mencapai angka 2,72 persen.

PORTALMEDIA.ID, BANTAENG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, merilis angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2022, Senin, (20/2/2023). Data ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah menekan angka pengangguran hingga 2,72 persen.

"Angka ini turun hampir dua kali lipat. Dari tahun sebelumnya angka pengangguran di Bantaeng yang mencapai 4,07 persen dari jumlah penduduk," ujar Pelaksana Tugas Kepala BPS Bantaeng, Mushawwir Arman, Senin.

Mushawwir menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan turunnya angka pengangguran terbuka ini. Salah satunya adalah kebangkitan UMKM, yang sempat terpuruk akibat dari Pandemi Covid-19.

"Kami melihat ada kebangkitan di sektor UMKM," kata Mushawwir.

Kebangkitan sektor UMKM ini, lanjut Mushawwir, diiringi dengan intervensi pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Dia menyebut, kantung-kantung kemiskinan di sektor pertanian dan peternakan serta UMKM telah mendapat intervensi pemerintah dengan baik.

"Ada banyak program-program intervensi pemerintah," jelasnya.

Dia mengatakan, selain angka pengangguran yang berhasil ditekan, pemerintah juga dinilai berhasil menekan angka Gini Ratio. Gini ratio adalah sekumpulan data yang menggambarkan pemerataan atau kesenjangan pendapatan antar penduduk.

"Ini gambaran kesenjangan antara yang pendapatan tinggi dan pendapatan kurang," ungkapnya.

Data ini, kata dia, tergambar dari pola konsumsi masyarakat Bantaeng. Dia menyebut, angka gini ratio Kabupaten Bantaeng saat ini berada di angka 0,320. Angka ini turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 0,332.

"Angka gini ratio di Kabupaten Bantaeng masih paling kecil di Sulawesi Selatan," ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Bantaeng, Muhammad Tafsir menambahkan, banyak intervensi untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bantaeng, mulai dari distribusi bantuan sosial yang tepat sasaran, hingga bantuan sosial lainnya.

Selain itu, pemerintah juga menyentuh sektor UKM dengan program bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW. Data dari Dinas Koperasi dan UMKM, disebutkan jika saat ini, pemerintah mengintervensi pengusaha-pengusaha kecil yang tersebar di hampir semua dusun dan RW. Tercatat sudah ada 356 dusun yang tersentuh bantuan modal usaha yang didanai dari pemerintah Kabupaten Bantaeng.

"Total penerima bantuan modal usaha ini sudah menyentuh 403 pengusaha kecil. Itu sudah tersebar di 356 dusun yang ada di Bantaeng," kata Tafsir, sapaannya. 

Dia mengatakan, Bantaeng saat ini memiliki 390 dusun dan RW. Artinya, masih ada 34 dusun dan RW yang belum tersentuh program bantuan modal usaha ini.

"Kita targetkan semua dusun tersentuh program ini," ujarnya.

Tafsir menambahkan, setiap pengusaha kecil yang tersentuh program ini, ternyata mampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru. Rata-rata, mereka mempekerjakan tenaga kerja antara satu sampai lima tenaga kerja baru.

"Ini ternyata efektif menciptakan lapangan kerja baru di tingkat dusun dan RW," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer