0%
Selasa, 21 Februari 2023 13:50

Tertinggi di Sulsel, Angka Stunting di Jeneponto Hampir 40 Persen

Editor : Redaksi
Rakerda Program Bangga Kencana Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023, yang dilaksanakan di SwissBell Hotel, Jalan Ujungpandang, Selasa, 21 Februari 2023.
Rakerda Program Bangga Kencana Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023, yang dilaksanakan di SwissBell Hotel, Jalan Ujungpandang, Selasa, 21 Februari 2023.

BKKBN Sulsel telah melakukan berbagai intervensi di Kabupaten Jeneponto. Salah satunya, dengan pembagian telur serta fasilitasi pendampingan lainnya.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Angka prevalensi stunting di Kabupaten Jeneponto mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Status Survei Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di daerah tersebut pada 2021 mencapai 37,9 persen, dan mengalami peningkatan menjadi 38,8 persen pada tahun 2022.

Hal ini menjadi perhatian BKKBN Perwakilan Sulsel. Apalagi, angka stunting di Jeneponto tersebut menjadi yang tertinggi di Sulsel.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, mengungkapkan, persoalan yang mengakibatkan tingginya stunting di Jeneponto sangat kompleks. Tetapi, kendala awalnya adalah Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) yang belum bekerja secara optimal.

Baca Juga : Fokus Turunkan Angka Stunting, Pj Sekda Kota Makassar Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multisektoral

"Lembaga TPPS ini berjenjang. Ada di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, sampai ke tingkat desa. Ini lembaga yang dibentuk dan memang sudah diatur dalam Perpres. Inilah yang belum optimal kerja," ungkap Andi Rita, di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023, yang dilaksanakan di SwissBell Hotel, Jalan Ujungpandang, Selasa, 21 Februari 2023.

Ia menjelaskan, tahapan-tahapan dalam pola percepatan penurunan stunting ini, ada yang tidak dilakukan TPPS. Selain itu, tidak ada dukungan, komitmen dan kolaborasi dari stakeholder terkait.

"Kalau ada komitmen pimpinan daerah, pasti jalan. Bisa jadi ini tidak jalan karena mereka tidak paham. Padahal kita di BKKBN sudah seringkali melakukan sosialisasi," imbuhnya.

Baca Juga : Wakil Bupati Selayar Perkenalkan Aplikasi 'InZting' untuk Turunkan Angka Stunting

Ia menambahkan, BKKBN Sulsel telah melakukan berbagai intervensi di Kabupaten Jeneponto. Salah satunya, dengan pembagian telur serta fasilitasi pendampingan lainnya.

"Semoga tahun ini angka stunting disana bisa turun," harapnya.

Turut hadir dalam Rakerda ini, Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Prof Muh Rizal Martua Damanik, dan Ketua TPPS Kabupaten Kota se Sulsel. (*)

Baca Juga : Hadiri Coffee Morning Intervensi Penurunan Angka Stunting, Wawali Makassar Minta Ini

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar