PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR-- Penyebab kematian seorang pegawai PDAM Maros yang ditemukan terbujur kaku dengan luka menganga pada lehernya belum lama ini masih menyisakan misteri.
Polisi juga hingga kini masih menunggu hasil proses autopsi terhadap jasad pria bernama Rachmad Nur (43). Polisi juga menyebutkan bahwa telah memeriksa sejumlah rekan kerja almarhum.
"Iya jasad sudah di autopsi kemarin. Hasilnya masih menunggu dari laboratorium. Konfirmasi sama dokter sekitar 2-3 minggu baru keluar hasilnya," ungkap Kapolsek Tanralili, IPTU Erwin D kepada Portalmedia, Kamis (23/2/2023) siang.
Baca Juga : Cakupan PIN Polio di Maros Lampaui Target Kemenkes
Kata Erwin, ada beberapa barang bukti yang diamankan di lokasi penemuan jasad Rachmad. Termasuk sebilah cutter yang berada tidak jauh dari jasadnya.
"Beberapa barang bukti kita sudah amankan pada saat di TKP. Untuk saksi kami sudah memeriksa teman piketnya almarhum. Kita tinggal menunggu hasil laboratorium setelah pasca autopsi," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria dengan luka sayatan di bagian lehernya, Selasa (21/2/2023) pagi.
Baca Juga : Empat Puskesmas di Maros Kekurangan Dokter
Jasad pria itu diketahui bernama Rachmad Nur (43) yang tercatat sebagai karyawan PDAM Maros. Jasadnya ditemukan sekitar jarak 500 meter di lokasi pekuburan umum tepat dibelakang kantor PDAM Maros.
Kapolsek Tanraralili, IPTU Erwin D membenarkan perihal penemuan jasad pria nahas itu. Kata dia, sebelum ditemukan meregang nyawa, korban sempat dinyatakan hilang sejak Senin malam kemarin.
"Ditemukan oleh warga dan anggota Polsek sekira pukul 06:00 Wita, pagi tadi. Jenazahnya sudah di RS Bhayangkara sekarang apakah dilakukan autopsi atau tidak, menunggu konfirmasi keluarga," Jelas Erwin kepada awak media, Selasa siang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News