PORTALMEDIA.ID, BANTAENG -- Kabupaten Bantaeng kembali meraih Piala Adipura tahun 2023. Piala Adipura merupakan ke-9 yang diterima secara berturut-turut.
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin menerima langsung piala Adipura ini di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2023).
Piala Adipura Kategori Kota Kecil itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan didampingi oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan bahan Berbahaya dan beracun (PSLB3).
Baca Juga : Akbar Ali Ajak Masyarakat Pertahankan Keindahan dan Keamanan Parepare
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantaeng, Nasir Awing mengatakan, piala itu adalah piala yang diterima Bantaeng secara berturut-turut. Dia menyebut, pada 2020 dan 2021, Kementerian Lingkungan Hidup tidak melakukan penilaian Adipura karena Pandemi Covid-19.
Pada 2022, kata Nasir, Kementerian Lingkungan Hidup akhirnya melakukan penilaian kembali. Hanya saja, model penilaian Adipura ini berubah.
"Penilaian Adipura ini berubah 100 persen. Sangat detail penilaiannya," kata dia.
Baca Juga : 17 Daerah di Sulsel Raih Adipura, Terbanyak di Tingkat Nasional
Nasir menyebut, penilaian Adipura tahun ini sangat ketat. Tidak hanya menilai soal kebersihan kota saja, melainkan juga terkait dengan kinerja pemerintah daerah untuk mengelola sampah.
"Meski format penilaiannya berubah, kita tetap berhasil meraih piala ini," kata Nasir Awing.
Dia mengatakan, salah satu indikator penunjang piala Adipura ini adalah adanya program kampung iklim (Proklim) yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.
Baca Juga : Tim Verifikasi Adipura Apresiasi Perubahan Pengelolaan TPA Tamangapa
Dijelaskan mitigasi bisa dilakukan dengan pengelolaan sampah dan limbah, khususnya menurunkan emisi gas metana. Serta pengelolaan bangunan dan lingkungan hemat energi. Sedangkan adaptasi dengan mengaktifkan gerakan hemat air dan penanganan sistem drainase yang mempu mengantisipasi dampak perubahan iklim.
Dia menambahkan, ada tiga desa yang memiliki program kampung iklim ini. Ketiganya adalah Desa Bonto Jai, Desa Kaloling dan Desa Mamampang. Desa Bonto Jai bahkan masuk dalam Proklim kategori Utama, sedangkan dua desa lainnya masuk kategori Proklim kategori Madya.
"Ketiga desa ini menjadi salah satu indikator penunjang sehingga kita bisa meraih Piala Adipura ini," jelas Nasir.
Baca Juga : Upacara HKN ke-59 Jadi Momentum Kebangkitan Sistem Kesehatan Menuju Indonesia Emas
Dia menambahkan, pemerintah Kabupaten Bantaeng berencana melakukan replikasi terhadap tiga desa ini. "Kita akan perluas Proklim ini di desa lainnya di Bantaeng," jelas dia.
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah berkomitmen untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat di Bantaeng. Dia atas nama pemerintah Kabupaten Bantaeng juga berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga Bantaeng bisa mempertahankan piala Adipura ini.
"Ini berkat kebersamaan yang telah kita bangun. Kita akan tetap bersama-sama menjaga dan memelihara apa yang telah baik di Bantaeng," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News