PORTALEDIA.ID -- Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X DPR RI, kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meminta siswa SMA/SMK untuk datang ke sekolah pada pukul 05.00 pagi tidak didasarkan pada alasan yang kuat. Banyak guru dan orangtua siswa yang menolak kebijakan tersebut.
"Kebijakan ini tidak punya cukup kuat dan jelas alasannya, untuk mengubah awal jam belajar siswa SMA/SMK menjadi jam 5 pagi," ujar Andreas kepada wartawan, Selasa (28/2).
Andreas mengingatkan bahwa kebijakan seharusnya tidak hanya berdasarkan pada preferensi pembuatnya semata.
Baca Juga : Motornya Mogok, Siswa di NTT Tunggangi Kuda ke Sekolah
Ia juga menekankan bahwa para siswa sebaiknya tidak dijadikan sebagai objek kelinci percobaan dalam kebijakan tersebut. Oleh karena itu, dia meminta Pemerintah Nusa Tenggara Timur harus melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan tersebut.
"Jangan suatu kebijakan dibuat hanya atas dasar feeling dan selera pembuat kebijakan. Jangan jadikan siswa/i kita menjadi 'kelinci percobaan'. Sebaiknya Dinas Pendidikan Provinsi mengkaji ulang kebijakan ini," ujar politikus PDIP ini.
Sebagai seorang legislator yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Andreas menerima banyak keluhan dari sekolah, guru, dan orangtua siswa terkait kebijakan tersebut. Mereka menolak kebijakan yang meminta siswa untuk masuk sekolah pada pukul 05.00 dini hari.
Baca Juga : Begini Reaksi Gubernur NTT Usai Berlakukan Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi
"Saya lagi di Dapil, di Flores. Di daerah ramai penolakan dari sekolah, para guru dan orangtua siswa terhadap kebijakan ini," ungkapnya.
Diketahui, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT meminta jam masuk sekolah setara SMA di wilayahnya masuk pada pukul 05.00 WITA alias subuh-subuh. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan aturan tersebut adalah SMA Negeri 6 Sikumana Kupang.
Potongan video pada saat rapat berlangsung diunggah oleh salah satu akun media sosial Twitter.
Baca Juga : Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Siswi di NTT: Jam 8 Pagi Sudah Mulai Ngantuk
Dalam video itu terdapat Viktor yang tengah menjelaskan alasan mengapa jam sekolah anak-anak SMA harus dimajukan jadi pukul 05.00 WITA.
Menurutnya, waktu tersebut ideal kalau melihat jam tidur pelajar SMA. Kalau menurut perhitungannya, anak-anak pelajar SMA akan tidur jam 10 malam. Setelah itu bangun pukul 4 pagi.
"6 jam pas, jam 4 udah bangun, mandi setengah jam, setengah jam perjalanan 30 menit sampai sekolah mulai jam 5," kata Viktor dalam video yang diunggah Twitter @Trending_Issue dikutip Selasa (28/2/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News