PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar kini menjadikan Haerul (30) sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen. Dimana diketahui, Haerul merupakan Brimob gadungan yang sengaja memalsukan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri.
"Dia (Haerul) ditersangkakan pemalsuan surat, dimana dia menggunakan KTA Polri Polda Sulsel. Selama digunakan itu dia scan, dia dapat KTA Polda Yogyakarta di Internet," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol kepada awak media, Rabu (1/3/2023).
Ridwan menjelaskan, Haerul mendapatkan KTA dari salah satu anggota Polda Yogyakarta yang bereda di internet. Setelah itu dia mengganti keterangan sesuai identitasnya dan mengubah logo menjadi Polda Sulsel.
Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh
"Dia cetak dan dimasukkan fotonya, kemudian tulisan Polda Yogyakarta diganti jadi Polda Sulsel," jelasnya.
Terbongkarnya aksi tipu-tipu Haerul sebagai salah satu pasukan Brimob Polda Sulsel berawal dari kedatangan istrinya Marniati ke Markas Polda Sulsel dan Markas Batalyon C Satbrimob Polda Sulsel, Jalan KS Tubun, Makassar, untuk mengecek status keanggotaan suaminya sekaligus besar gaji dan tunjangan.
Selain itu, ingin menegaskan bila dirinya adalah istri pertama dari Haerul dan pantas mendapatkan status ibu Bhayangkari. Haerul disebut memiliki istri kedua yang tinggal di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
Marniati khawatir status Ibu Bhayangkari disandang oleh istri kedua
"Istrinya yang kedua itu tinggal di Bone," kata istri Haerul, Marniati kepada awak media di rumahnya yang terletak di Kacamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (25/2/2023).
Namun Marniati tidak menyangka, kedatangannya ke Polda Sulsel malah jadi petaka bagi Haerul. Sebab saat pengecekan status suaminya itu ternyata tidak terdaftar sebagai anggota Polri alias anggota polisi gadungan.
Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI
Marniati juga mengungkap fakta lain, saat menikah dengan Haerul tidak ada upacara penyambutan pedang pora seperti upacara pernikahan layaknya anggota polisi sungguhan.
Selain itu, dirinya tidak tergabung dalam organisasi organisasi istri anggota Polri sehingga tidak pernah hadir pada acara-acara Bhayangkari. Hanya saja, Marniati tidak menaruh curiga dengan semua itu hingga pernikahan mereka beranjak 9 tahun.
"Waktu menikah tidak ada upacara penyambutan pedang pora dari anggota polisi, bahkan saya tidak pernah ikut kegiatan Bhayangkari selama ini, hanya pengajian di kelompok majelis taklim, itupun bukan bersama ibu-ibu Bhayangkari," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News