PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Klaim pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar, berupaya meringankan beban keluarga Bayi AF, bayi yang meninggal karena diduga salah suntik dengan fasilitas ambulans gratis ternyata hanya isapan jempol semata.
Transportasi ambulance yang mengantar jenazah bayi yang sempat dirawat intensif di RSUD Labuang Baji ke daerah asalnya di Kabupaten Jeneponto ternyata dibebankan biaya.
Ibu AF, Miranti (29) mengaku dimintai duit sebesar Rp400 ribu setelah jenazah anak ketiganya tiba di kampung halaman, Dusun Macini Baji, Desa Borong Tala, Kecamatan Talamatea.
Baca Juga : RSUD Labuang Baji Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik dalam Monev 2025 Komisi Informasi Sulsel
"Tidak tahu na bilang klarifikasi, ini ambulance gratis, ihh! Kenapa pale bayar ji suami ku Rp400 ribu," kata Miranti kepada Portalmedia.id, saat ditemui dikediaman duka, Rabu (1/3/2023).
Sementara, ayah AF, Tomi (41) menambahkan bahwa jenazah anaknya tiba pada pukul 11.00 siang. Kemudian, jenazah dimakamkan pada pukul 02.35 wita.
Setelah tiba, sang sopir ambulance meminta biaya transportasi. Kata sopir, mereka tidak dibebani apalabi masih dalam wilayah Kota Makassar.
Baca Juga : Penanganan Jalan Ruas Boro Jeneponto Kembali Dilanjutkan
"Saya tanya sopir berapa? Dia (Sopir, red) Rp400 saja, saya tidak mau terlalu bebani, setelah itu saya kasih uangnya. Sopir yang minta, katanya kalau dalam kota gratis kalau bukan dalam kota membayar orang," tegasnya.
Pengakuan ayah AF justru berbanding terbalik dengan peryataan Direktur RSUD Labuang Baji Makassar, drg Haris Nawawi.
"Kami bantu ambulans secara gratis ke Jeneponto karena kami tahu bahwa daerahnya jauh dan pasti keluarganya butuhkan itu," ujar Haris, Selasa.
Baca Juga : Emak-emak di Jeneponto Menjerit Harga Ayam Potong Meroket Jelang Lebaran
Diberitakan sebelumnya, Bayi AF, dikabarkan meninggal karena diduga kasus salah suntik, diketahui bayi berusia 51 hari ini dikabarkan merengang nyawa pada Selasa (28/2/2023) pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News