0%
Rabu, 01 Maret 2023 16:18

Fakta Baru, Ibu Korban Miras Oplosan di Makassar Sebut Anaknya Tewas Dipaksa Tegak Alkohol

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rahma
Ibu AA Rahmawati saat menunjukkan foto mendiang putranya. (Ist)
Ibu AA Rahmawati saat menunjukkan foto mendiang putranya. (Ist)

Salah satu orang tua korban mengungkapkan bahwa diduga putranya yakni inisial AA (15) ini dipaksa minum miras oplosan tersebut.

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR -- Fakta baru muncul dari peristiwa pesta minuman keras (Miras) oplosan yang menewaskan tiga pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Salah satu orang tua korban mengungkapkan bahwa diduga putranya yakni inisial AA (15) ini dipaksa minum miras oplosan tersebut.

Orang tua AA yakni Rahmawati mengatakan, bahkan sebelum putranya itu dipaksa menegak miras oplosan, AA diduga sempat dianiaya oleh rekannya sendiri yang saat ini tengah dirawat di RSUD Daya Makassar.

Baca Juga : Jawab Tantangan Kekurangan Stok Darah, Munafri Akan Libatkan RT-RW Jadi Penggerak Misi Kemanusiaan

"Saya tidak terima anak, sakit hati ku dikasi begini anak ku (sakit hati anak saya dipaksa minum Miras oplosan)," ungkap saat diwawancarai awak media, Selasa (28/1/2023) kemarin.

Olehnya ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap fakta benar dalam kasus ini. Mengingat sampai saat ini polisi belum juga menetapkan tersangka dalam kasus Miras oplosan berujung maut tersebut.

Polisi menyebut para saksi yang berada atau melakukan pesta miras itu masih belum bisa dimintai keterangannya lantaran masih menjalani perawatan intensif.

Baca Juga : Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Wali Kota Munafri Perkuat Kolaborasi Pembangunan Makassar

"Kalau bisa pelaku ditangkap semua. Kalau bisa kasihan diambilmi cepat, karena itu yang memukul anak ku ada RSUD Daya sampai sekarang tidak ada yang ambil. Minta tolong dijaga di sana takutnya lari, ada lagi korban. Karena ini anak ku kasian meninggal dunia," ucap Rahmawati sambil menangis.

Ia juga menceritakan anaknya terbaring lemah usai menenggak Miras oplosan tersebut.

"(Usai minum Miras oplosan) langsung baring di kamarnya. Saya tidak tahu, dia tidak bilang kalau dia dikasi begitu (dicekoki Miras oplosan). Takutki mungkin kasian jujur (dia takut untuk berkata jujur," katanya.M

Baca Juga : Sabet Terbaik I Creative Financing dari Kemendagri, Kota Makassar Kantongi Insentif Rp3 Miliar

Namun keesokan harinya, lanjut dia, AA sempat sadarkan dan tetap ingin pergi ke sekolah seperti biasanya, walaupun kondisinya sudah masih lemah.

"Dia ke sekolah, saya tahan, bilang jangan dulu pergi sekolah nak karena masih oleng saya lihat. Habis muntah. Dari mana memangki nak (kamu dari mana), dia bilang darika rumah teman ku di kost. Kenapaki memang tidak pulang? Pasti minumki to, terus dia bilang dipaksaka ibu, ditahanka," ujarnya menceritakan saat dirinya berdialog dengan sang anak.

"Sebelum masuk RS Selasa malam, dia sempat ke sekolah. Jam 11 Selasa malam saya kasi masuk ke rumah sakit, setengah 5 pada Kamis dia meninggal," sambungnya.

Rahmawati mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena tak terima anaknya meninggal dunia.

Baca Juga : Dirawat Gratis di RSUD Daya, Pemkot Makassar Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Korban Begal

"Kami sudah melapor. Kalau bisa pelaku ditangkap semua, Temannya yang videokan yang meninggal juga yang video itu. Kalau yang pukul orang luar, bukan temannya (teman sekolahnya)," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar