PORTAL MEDIA, ID. GOWA-- Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Makassar Tidak Kendor (Matador) bentukan Wali Kota Makassar, Moh Ramadhan (Danny) Pomanto kembali berbuat ulah dengan sikap arogansinya terhadap salah satu petugas polisi dari Satlantas Polres Gowa.
Aksi arogan yang ditunjukkan pria bernama Ardianto Rahman itu saat kendaraan roda empat yang ditumpanginya ditahan oleh petugas Polantas Polres Gowa bernama Brigpol Syaifullah.
Insiden ribut-ribut itu terjadi di Jalan Poros Panciro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (28/2/2023) kemarin. Aksi arogansi yang diperlihatkan Ardianto itu terekam kamera amatir hingga viral diberbagai platform media sosial.
Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh
Dalam video berdurasi 2 menit 51 detik itu berawal memperlihatkan salah seorang petugas Polantas menghentikan sebuah mobil. Mobil tersebut dihentikan petugas lantaran sopir melanggar aturan lalu lintas (Lalin) dengan tidak menggunakan safety belt.
Dengan pakaian dinas lengkap Polantas itu pun menanyakan terkait surat-surat kendaraan serta Surat Izin Mengemudi (SIM) sang supir. Tak lama, Ardianto pun mulai bersikap arogan dengan turun dari pintu sebelah kiri sambil menyuruh sopir tersebut ikut turun dari mobil.
Saat menggantikan posisi supir, Ardianto lantas meminta kunci kendaraan yang telah diambil oleh Brigpol Syaifullah, perdebatan kecil muncul usai Ardianto melontarkan kata-kata yang membuat Brigpol Syaifullah tersinggung.
Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
"Baru Polantas ta' talekangmi ( baru jadi polisi lalu lintas sudah berulah)," sentil Ardianto dalam video.
Menanggapi perkataan Ardianto, Brigpol Syaifullah pun menjawab bahwa dirinya telah berdinas di Satlantas Polres Gowa sudah kurang lebih 10 tahun dan mempunyai surat tugas resmi.
Ardianto pun keluar mobil, hendak merebut kunci yang digenggam Brigpol Syaifullah. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan kala itu hingga membuat beberapa pengendara sigap melerai keduanya.
Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI
Disitu Ardianto kembali mengatakan bahwa sikap Brigpol Syaifullah akan dilaporkan ke Kabid Propam Polda Sulsel dan Kapolres Gowa.
"Saya tanya Kabid Propam, saya tanya Kapolres," ucap Ardianto sambil memegang pakaian dinas yang dikenakan Brigpol Syaifullah. "Tanya saja, lapor saja, saya ada surat tugas ku," tegas Brigpol Syaifullah.
Menanggapi video viral itu, Kapolres Gowa, AKBP Reonald TS Simanjuntak membenarkan kejadian itu dialami salah satu anak buahnya. Kata dia, Ardianto telah meminta maaf terhadap sikap arogansi nya terhadap Brigpol Syaifullah terkhusus seluruh jajaran Polres Gowa dan Institusi Polri pada umumnya.
Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel
"Sudah kita klarifikasi, yang bersangkutan juga sudah memberikan permohonan maaf, dan membuat surat pernyataan kepada anggota saya Satlantas Polres Gowa," ucapnya kepada Portalmedia, Rabu (1/3/2023) siang.
Reonald menjelaskan bahwa ribut-ribut ini bermula kala supir yang mengendarai kendaraan yang ditumpangi Ardianto tidak menggunakan safety belt. Saat dihentikan sang sopir berupaya kabur hingga dikejar oleh petugas.
"Dia sudah berupaya kabur, mobilnya itu sudah bergeser sekitar 100 meter, jadi dikejar karena yang bersangkutan tidak menggunakan safety belt, saat diminta menunjukkan surat-surat dia komplain, bukan sopirnya tapi dia ini (Ardianto)," jelas Reonald.
Baca Juga : Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Brimob Dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Bencana Sumatera
Reonald juga menyarankan agar masyarakat tidak takut terhadap petugas yang berjaga di lapangan. Karena kalau memang tidak melakukan pelanggaran pastinya petugas akan tidak melakukan penilangan.
"Untuk masyarakat, kalau memang tidak ada salah tidak perlu takut, kalau kendaraan dan surat izin mengemudi nya lengkap jangan takut terhadap petugas, tunjukkan surat-surat dan izin mengemudi nya pasti tidak akan di tilang. Tapi, kalau di tegur juga jangan berupaya kabur, karena pasti petugas curiga ini tidak lengkap," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News