Polisi Bantah Dugaan Dicekoki hingga Dugaan Anak Polri
Ridwan menegaskan bahwa selama para pemuda itu secara bersama-sama melakukan pesta miras tersebut tidak ada unsur pemaksaan seperti isu-isu liar yang beredar viral.
"Sehingga yang meninggal yaitu AA, RP, RF. Dirawat di RS ada 5 orang. Perkara ini kami menyimpulkan bahwa mereka bersama-sama pesta miras oplosan. Tidak ada mereka dipaksa minum atau dicekoki, seperti yang beredar itu," jelasnya.
Baca Juga : Tiga Pria Diamankan Polisi Saat Pesta Miras Tradisional di Makassar
Perwira polisi berpangkat dua bunga melati itu juga menjelaskan, terduga pelaku penganiayaan yakni AF yang telah diamankan pihaknya bukan merupakan anak anggota polri. Ridwan menegaskan AF selama ini belum diamankan lantaran masih menjalani perawatan di RS akibat efek miras oplosan tersebut.
"Sehubungan dengan viralnya ada anak oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan itu hoaks. Bahwa orang tua AF (terduga pelaku) pekerjaannya wiraswasta merangkap RT," tukasnya.
Alasan Penganiayaan karena Tak Ingin Ditikam
Sementara ayah AF yakni Dani (54) mengungkap kekecewaannya terhadap beberapa informasi yang beredar bahwa sang putra dituding kabur. Nyatanya selama ini putranya itu sedang menjalani perawatan di RS.
Baca Juga : Pria Tewas Ditikam Saat Pesta Miras di Makassar, Pelaku Diamankan Polisi
"Dirawat di RS, kemarin dia keluar. Sebenarnya, belum bisa keluar, dokter bilang masih lanjut ini, masih mau diperiksa. Tapi karena ada panggilan (Polisi) langsung saya bawa ke sini," ungkap Dani saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Makassar.
Dani juga mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah seorang anggota Polri, seperti yang beredar luas di berbagai platform media sosial.
"Saya tidak tahu apa-apa, ada yang kasih masuk di Instagram, bilang diburu keluargaku. Makanya saya bilang, kita ini diintimidasi. Saya bukan polisi, Saya tidak tahu siapa yang punya kost. Temannya kost di situ, di situ semua minum. Ada lebih sepuluh orang," kata Dani.
Baca Juga : Puluhan Napi Keracunan Miras Oplosan, Satu Tewas
Pria yang kesehariannya bekerja sebagai wiraswasta ini mengungkapkan bahwa aksi penganiayaan yang dilakukan putranya yakni AF itu berawal saat AA melakukan pengancaman dengan sebilah badik.
Saat itu AA dalam keadaan mabuk berat usai pesta miras oplosan, saat hendak dibangunkan oleh AF, AA pun marah dan langsung menghunuskan badik ke arah AF. Merasa terancam AF pun melawan dengan memukul AA.
"Jadi, karena mabok mi toh akhirnya dia pukul, keras, pasti itu terbentur. Karena saya tanya anakku ini katanya dia mau ditikam badik jadi melawan," tukasnya.
Baca Juga : Pimpinan Aliran Taklim Makrifat Ditetapkan Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya
Untuk saat ini, AF pun masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News