0%
Jumat, 03 Maret 2023 09:13

Fahri Hamzah Kritisi Nasdem, Mau Lawan Jokowi tapi Masih di Dalam Pemerintahan

Editor : Azis Kuba
Fahri Hamzah Kritisi Nasdem, Mau Lawan Jokowi tapi Masih di Dalam Pemerintahan
ist

Fahri heran dengan cara Partai Nasdem bisa melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) namun masih berada dalam kubu pemerintah.

PORTALMEDIA.ID -- Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, merasa heran bahwa Partai Nasdem tiba-tiba berpihak pada kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, meskipun Partai Nasdem masih menjadi bagian dari pemerintahan.

Fahri heran dengan cara Partai Nasdem bisa melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) namun masih berada dalam kubu pemerintah.

Hal tersebut Fahri Hamzah sampaikan dalam program Gaspol Spesial, seperti ditayangkan oleh akun YouTube Kompas.com pada Kamis (2/3/2023).

Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel

Awalnya, Fahri mengira bahwa ada kelompok yang sebenarnya tidak puas dengan pemerintahan Jokowi dan ingin didukung oleh Anies Baswedan. Namun, ia menyalahkan Partai Nasdem yang justru memanfaatkan situasi ini.

"Lebih salah lagi karena Nasdem mengeksploitasi situasi ini. Sehingga tiba-tiba Nasdem pindah ke kanan. Itu yang saya tentang. Karena ini kita tidak ngerawat atau obatin luka yang ada di rakyat kita," ujar Fahri.

"Seharusnya itu ditarik ke tengah supaya rasionalitas yang berbicara. Sebenarnya itu ide saya. Saya enggak suka itu label-label kayak gini. Enggak menguntungkan. Politiknya jadi enggak sehat. Kasihan," sambungnya.

Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan

Fahri menjelaskan bahwa Partai Nasdem tidak seharusnya secara tiba-tiba beralih dukungan ke Anies dan mengakui Anies sebagai musuh Jokowi. Fahri menyalahkan Partai Nasdem yang mencoba memanfaatkan kelompok yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi dengan cara bersekutu dengan Anies Baswedan.

"Jangan dong dia tiba-tiba lompat ke Anies lalu mengatakan Anies adalah lawannya Jokowi, demi untuk eksploitir kelompok kanan. Itu enggak benar itu Nasdem kayak gitu. Tidak begitu seharusnya," tutur Fahri.

Menurut Fahri, Partai Nasdem seharusnya tetap setia bersama Jokowi, mengingat mereka masih menjadi bagian dari koalisi pemerintahan. Fahri berpendapat bahwa Partai Nasdem sebaiknya menjelaskan secara jelas kepada rakyat ketika mereka hendak mengusung Anies, tanpa harus meninggalkan kewajiban sebagai bagian dari pemerintahan.

Baca Juga : Muda Bergerak Sulsel Ajak Pemuda Bersatu Menggerakkan Perubahan

"Carilah cara untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa Nasdem adalah bagian dari pemerintahan Jokowi yang akan nerusin seluruh gagasan Pak Jokowi, dan bahkan berusaha mencari calon yang mirip dengan gagasannya Pak Jokowi. Kan harus begitu etikanya," jelasnya.

Oleh karena itu, Fahri merasa heran mengapa Partai Nasdem justru terlihat seperti meninggalkan kubu Jokowi. Fahri mempertanyakan bagaimana Partai Nasdem bisa melawan Jokowi namun tetap mempertahankan posisi mereka di dalam pemerintahan.

"Nah tiba-tiba lompat, lalu kan kemudian seolah-olah ini lawannya Pak Jokowi. Terus gimana? Anda mau lawan Pak Jokowi, anda ada di dalam. Kan enggak benar dong?" imbuh Fahri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer