0%
Jumat, 03 Maret 2023 13:45

Begini Reaksi Gubernur NTT Usai Berlakukan Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi

Editor : Azis Kuba
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B. Laiskodat
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B. Laiskodat

kebijakan tersebut akhirnya direvisi. Para siswa SMA dan SMK sekarang diwajibkan hadir di sekolah pada pukul 05.30 WITA.

PORTALMEDIA.ID -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat akhirnya merespon ulang kebijakan yang mengharuskan siswa kelas XII SMA dan SMK untuk hadir di sekolah pada pukul 05.00 WITA. Menurut Viktor, SMA Negeri 6 telah dipersiapkan sebagai sekolah unggulan untuk menjalankan kebijakan tersebut sebagai pilot project.

Namun, kebijakan tersebut akhirnya direvisi. Para siswa SMA dan SMK sekarang diwajibkan hadir di sekolah pada pukul 05.30 WITA.

"Kenapa saya datang dan menyaksikan langsung di sini, karena SMA Negeri 6 paling heboh di Indonesia sejak penerapan jam lima pagi masuk sekolah," kata Viktor saat memimpin apel pagi di SMA Negeri 6 Kupang, Jumat (3/3).

Baca Juga : Motornya Mogok, Siswa di NTT Tunggangi Kuda ke Sekolah

Viktor menyatakan telah mengunjungi SMA Negeri 6 Kupang untuk memotivasi gerakan perubahan dan meninggalkan cara-cara lama dalam pendidikan. Oleh karena itu, SMA Negeri 6 Kupang sedang dipersiapkan untuk menjadi sekolah unggulan dan berpotensi memasuki kampus-kampus terkemuka di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI).

"Apabila siswa menjadi lulusan terbaik maka pemerintah akan fasilitasi untuk kuliah di sejumlah kampus unggulan. Jadi nanti dites jangan takut karena kita yang urus. Tugas anak-anak belajar mati-matian," jelasnya.

Dia mengakui bahwa perjalanan dalam menerapkan kebijakan untuk menjadikan SMA Negeri 6 Kupang sebagai sekolah unggulan tidaklah mudah. Ia menekankan bahwa dunia semakin berat setiap harinya dan manusia dituntut untuk bekerja keras.

Baca Juga : Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Siswi di NTT: Jam 8 Pagi Sudah Mulai Ngantuk

Meskipun siswa diwajibkan untuk masuk ke sekolah pada pukul 5.30 pagi, hal tersebut tidak berarti mereka langsung memasuki kelas. Sebaliknya, kegiatan diawali dengan menari dan berolahraga untuk mencapai relaksasi.

"Kalian disiapkan untuk itu. Para guru harus pahami siswa, bagaimana mereka di rumah. Kita senang membangun orang apabila dia punya kesadaran untuk berubah dari pola lama," ucap Viktor.

SMA Negeri 6 Kupang memiliki lahan yang ditanami berbagai macam tumbuhan bumbu dapur seperti serai untuk diolah menjadi minyak, sehingga gubernur berjanji akan menghadirkan pengusaha dari sejumlah industri untuk membeli hasil tanaman serai tersebut.

Baca Juga : Parameternya Dipertanyakan, DPR Minta Nadiem Turun Tangan soal Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT

"Saya sudah beritahu, ada teman-teman dari industri untuk datang hari ini dan mereka akan membeli semua itu hasil-hasil. Contohnya sudah luar biasa jadi anak-anak SMA 6 yang lulus bisa punya pilihan. Kita bisa latih dan kerja sama dengan baik, uangnya cukup. Dan apabila cukup kita akan kerja sama dengan lembaga-lembaga agar menyiapkan kerja sama dengan anak-anak untuk masuk sekolah dalam kampus terbaik unggulan di Indonesia," tutup Viktor Laiskodat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer