PORTALMEDIA.ID -- PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tersedia bagi masyarakat setelah terjadinya kebakaran di Terminal Terpadu Jakarta, Klumpang pada Jumat (3/2/2023) pukul 20.20 WIB.
Menurut Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan, Pertamina mengandalkan dukungan dari beberapa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) lainnya untuk memastikan pasokan tetap lancar.
“Terkait dengan Suplai BBM wilayah Jakarta, Pertamina menjamin ketersediaan dengan di support dari TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, TBBM Ujung Berung dan TBBM Balongan, Padalarang,” kata Eko website resminya, Jumat (4/3/2023) malam.
Baca Juga : Tanah Merah Plumpang, Panggung Politik Era Jokowi Hingga Beda Pendapat Anies-Ahok
Berdasarkan laporan yang diterima Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dari stafnya di lapangan pada Sabtu (4/3/2023), Pertamina telah menyiapkan skenario RAE (Regular, Alternatif, Emergency) untuk memastikan pasokan BBM di wilayah Jabodetabek tetap terjamin setelah insiden kebakaran di Integrated Terminal Jakarta, Plumpang pada Jumat (3/2/2023) pukul 20.20 WIB.
Pertamina akan mengandalkan dukungan dari beberapa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) lainnya, seperti TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, TBBM Ujung Berung, TBBM Balongan, dan TBBM Padalarang.
Dalam skenario RAE Plumpang, TBBM Tanjung Gerem akan mengalokasikan sekitar 400 kilo liter (KL) dalam skenario RAE Regular. Sementara itu, TBBM Cikampek akan mengirimkan RAE Estafet sekitar 1.000 KL. Lokasi penambahan BBM masih terus dikomunikasikan dan diatur.
Baca Juga : Jokowi Soal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Ini Zona Berbahaya, Tidak Bisa Ditinggali
Terdapat skenario di Cikampek yang dibantu oleh RAE dari Balongan, skenario Cikampek yang dibantu oleh RAE dari Ujungberung dan Padalarang, serta skenario Ujungberung yang dibantu oleh RAE dari Tasikmalaya.
Dalam skema pengalihan pasokan, SPBU di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Tangerang dialihkan ke Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem dengan 9 unit mobil tangki (MT).
Sementara itu, SPBU di wilayah Depok, Bogor, Bekasi, dan Jakarta Timur dialihkan ke FT Cikampek.
Baca Juga : Tragedi Plumpang, 1.085 Warga Mengungsi
Pada saat ini, sebanyak 20 unit mobil tangki sudah bergerak menuju lokasi alih suplai untuk menyalurkan 2.970 kilo liter bahan bakar minyak (BBM) yang tertunda dalam Loading Order (LO) Outstanding. Selain itu, terdapat rencana untuk membantu pasokan BBM dari Tegal ke Balongan sebesar 200 KL.
Untuk memastikan pasokan BBM tetap lancar, penambahan spot charter di Ujung Berung, Padalarang, Tanjung Gerem, dan Cikampek terus dioptimalkan sehingga dapat menyalurkan 16 KL dari total 13 KL yang ada.
Sebagian suplai masih dapat dilakukan dari Integrated Terminal Jakarta (Depot Plumpang).
Baca Juga : 17 Meninggal dan 51 Terluka Akibat Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
"Kami akan berkoordinasi dengan Pertamina, untuk pengamanan suplai wilayah Jabodetabek," tulis laporan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News