0%
Senin, 06 Maret 2023 12:05

Orang Tua Siswa Keluhkan Pungutan Rp200 Ribu di SD Binamu Jeneponto

Penulis : Akbar Razak
Editor : Rahma
Surat permohonan sumbangan yang dikeluarkan pihak sekolah kepada orang tua siswa/Ist
Surat permohonan sumbangan yang dikeluarkan pihak sekolah kepada orang tua siswa/Ist

permintaan duit tersebut diduga dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah tanpa adanya musyawarah.

PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Orang tua siswa yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar (SD) 29 Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluhkan pungutan uang sebesar Rp200 ribu dari pihak sekolah dengan alasan sumbangan siswa.

Para orang tua menyatakan keberatan karena menilai jumlah tersebut terlampau besar. Awal pungutan ini terjadi ketika wali kelas menyampaikan kepada para murid.

Pihak sekolah lalu mengeluarkan surat pemberitahuan permohonan izin kepada orang tua pada 21 Februari 2023. Di surat tersebut diumumkan mengenai dana sebesar Rp200 ribu yang akan dibebankan kepada murid tiap kelas VI. Dana itu antara lain untuk sumbangan kegiatan perpisahan sekolah.

Baca Juga : Lomba Layangan Semarakkan HUT Ke-80 RI di Kabupaten Gowa

Besarnya pungutan ini sontak mendapat respon keberatan dari pihak orang tua. Salah satunya, orangtua murid bernama Abu Bakar. Ia merasa jumlah uang perpisahan itu nilainya terlalu besar.

Bahkan, permintaan duit tersebut diduga dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah tanpa adanya musyawarah.

"Itu anak-anak kelas enam mau diajak rekreasi baru ada uang Rp200 ribu untuk administrasinya, baru tidak ada rapat orang tua," kata Abu Bakar kepada Portalmedia.id, belum lama ini.

Baca Juga : Kabupaten Gowa Siap Jadi Daerah Penyangga Kegiatan Internasional

Ia juga menganggap adanya paksaan dari pihak sekolah. Sebab, duit sebesar Rp200 ribu itu bersifat wajib.

"Ini ada unsur paksaan ikut tidak ikut tetap bayar Rp200 ribu. Belum baju seragam Rp 65 ribu, jadi total Rp 265 ribu. Andai kata Rp200 ribu sama baju seragam mungkin bisa dipahami," jelasnya.

Ia menjelaskan, recananya para murid ini akan liburan di permandian Je'netallasa Sileo, Kabupaten Gowa, dan dijadwalkan berangkat pada 8 Maret 2023.

Baca Juga : Husniah Tegaskan RPJMD 2025–2029 Tonggak Awal Pembangunan Kabupaten Gowa

"Sudah 2 minggu jadi rencana hari minggu depan sudah berangkat. Jumlah siswa kurang tahu, tapi pastinya kurang lebih 30 orang," ungkapnya.

Meski merasa keberatan, namun sebagian orang tua murid terpaksa membayar lantaran anaknya mendapat desakan dari pihak sekolah.

"Harus ada rapat orang tua siswa supaya ada kata sepakat, agar tidak ada yang merasa diberatkan," pungkasnya.

Baca Juga : Pengelola SP4N-LAPOR! Tingkat Pemkab Gowa hingga Kelurahan Dilatih Makin Maksimal

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak sekolah terkait keluhan para orang tua murid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar