"Yang penamatan itu kami bayar hanya Rp 150 ribu 1 orang. Jadi itu yang Rp 400 ribu yang dikatakan orang tua salah. Kemungkinan besar itu, siswa yang berbohong ke orang tuanya," imbuhnya.
Itu pun kata dia, iuran senilai Rp 150 ribu bisa dicicil dari bulan lalu hingga saat ini.
Dimas juga menambahkan bahwa kegiatan ini memang sudah pernah disampaikan pada kepala sekolah namun terkait nominal, memang belum dibicarakan.
Baca Juga : Sesalkan Pungli di SD 29 Binamu, DPRD Jeneponto Minta Disdik Sanksi Kepala Sekolah
"Iya memang belum pernah kami sampaikan karena kita yang merincikan. Nanti butuh dana segini dan besaran iuran segini. Cuman memang sebelumnya, kami sudah menyampaikan bakal mengadakan penamatan, dengan syarat setiap siswa bakalan kasi masuk juga kontribusi karena ini acaranya kita," tambahnya.
Untuk dananya sendiri, Dimas menyebut belum tahu berapa yang terkumpul sebab dana dikumpul masing-masing oleh bendahara kelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News