PORTALMEDIA.ID -- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menjadi mitra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) tidak otomatis menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto.
Ia menyatakan saat ini PKB terbuka untuk mengusulkan siapa saja tokoh yang dapat diusung dalam poros koalisi tersebut.
"Saya kira bukan, dalam pembicaraan dengan Pak Muhaimin itu tidak semestinya tidak mutlak Pak Muhaimin (cawapres). Itu calon-calon yang disetujui dan tentu dicalonkan oleh PKB," kata Hashim usai Deklarasi Prabowo Mania 08 di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2023) dilansir Detikcom.
Baca Juga : Pemerintah Dorong Eksplorasi Uranium untuk Perkuat Pengembangan Energi Nuklir Nasional
Hashim menyatakan bahwa pencalonan Cak Imin sebagai calon wakil presiden tidaklah mutlak 100 persen. Menurutnya, jika Cak Imin dipilih sebagai calon wakil presiden Prabowo, seharusnya deklarasi dilakukan sejak bulan Agustus lalu.
"Kami menangkap tidak perlu sampai 100 persen harus Pak Muhaimin. Kalau harus Pak Muhaimin kan sudah deklarasi bulan Agustus tahun lalu. sekarang masih terbuka," ujarnya.
Sebelumnya, PKB menegaskan masih hanya akan mendorong Cak Imin untuk Pemilu 2024.
Baca Juga : PKB Gelar Aksi Sosial di Makassar, 1.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga
"Sejauh ini sikap PKB tegas tidak ada calon lain dari PKB selain Cak Imin, dan itu amanat muktamar maupun ijtima ulama yang akan menjadi pegangan segenap Kader PKB," ucap Ketua DPP PKB Daniel Johan, Kamis (9/3/2023).
Daniel menolak untuk berspekulasi mengenai siapa yang akan mendampingi Prabowo nantinya. Namun, ia menekankan bahwa PKB masih berkomitmen untuk mengusung Cak Imin sebagai calon wakil presiden.
"Iya PKB akan tegak lurus dengan keputusan muktamar," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News