PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku heran lantaran dikaitkan dengan kasus smart toilet.
Pihaknya mempertanyakan kenapa proyek ini baru diusut sekarang. Padahal kerusakannya sudah cukup lama.
Menurutnya, proyek tersebut harusnya diusut sejak selesai dibangun, jika yang dipersoalkan karena tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB).
Baca Juga : DJP Serahkan Tersangka Penggelapan Pajak Rp1,8 M ke Kejari Makassar
"Kan setelah smart toilet selesai sejak 2018, kenapa diselidiki setelah rusak sekarang kenapa tidak diselidiki pada saat sudah selesai,"ucap Danny belum lama ini.
Terkait kasus tersebut, Danny memandang ada hubungan dengan politik jika dirinya ikut dikaitkan.
"Kelihatannya 2024 sudah dekat,"ucapnya.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
Dia menambahkan, smart toilet juga bukan program prioritasnya. Olehnya, program itu tidak masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD Pemerintah.
Selain itu, anggaran toilet ratusan juta tiap unit itu menggunakan dana insentif daerah atau DID.
"Itu tidak masuk juga dalam RPJMD, jadi kalau ada yang bilang saya kerja itu barang pasti fitnah itu dana DID," katanya.
Baca Juga : DPO Kasus Penipuan Rp1,5 Miliar Terkait Proyek Gedung Kejari Makassar Ditangkap
Informasi yang diterima, proyek ini dikerjakan oleh CV Mulia Jaya Persada. Dibangun di beberapa sekolah sejak tahun 2018 lalu.
Program dihadirkan untuk mengedukasi siswa soal kebersihan dan pola hidup sehat.
Sebelumnya diberitakan, Smart Toilet berproses di kejaksaan negeri usai adanya dugaan korupsi pengadaan yang tersebar di puluhan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News