PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) 2024 sudah di depan mata, partai politik (Parpol) peserta Pemilu tengah mempersiapkan kader terbaiknya untuk diikutkan dalam tarung politik lima tahunan itu.
Tidak hanya akan menghadapi persaingan ekternal parpol, bakal calon anggota legislatif ini juga akan pasang kuda-kuda melawan pesaing di internal partai agar mulus melenggang ke senayan.
Persaingan sengit antar elit parpol ini misalnya di daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 1 untuk kursi DPR RI, mleiputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.
Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah
Sejumlah elit partai dengan ketokohan dan popularitas bersarang di dapil ini. Sebut saja para petahana yakni, Hamka B Kadi (Golkar), Aliyah Mustika (Demokrat), Azikin Soltan (Gerindra), Amir Uskara (PPP) dan beberapa nama lainnya.
Belakangan, Bupati Jeneponti digadang-gadang juga akan meramaikan bursa pencalonan Pileg DPR RI di Dapil Sulsel 1.
Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Ali Armunanto mengatakan, Iksan bisa menyingkirkan rivalnya di Pemilu asalkan mampu membangun konsolidasi kekuatan.
Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian
"Kalau mengenai beliau saya rasa peluangnya cukup besar, asalkan mampu mengkonsolidasikan kekuatannya di Jeneponto, karena saya rasa hanya di situ sumber suara primernya," kata Ali Armunanto kepada Portalmedia.id, Kamis (16/3/2023).
Sebab kata dia, basis suara kuat Iksan Iskandar hanya di Kabupaten Jeneponto saja. Sedangkan, suara di luar wilayah cuma pelengkap semata.
Akan tetapi, Iksan juga bisa mendulang suara di luar wilayah jika memperluas jangkauan politik.
Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional
"Kecuali kalau dia bisa memperluas jangkauan politiknya dengan membangun jejaring relasi dengan elit atau caleg DPRD potensial di wilayah lain dalam dapilnya," tegasnya.
Ali tak menampik bahwa Hamka B Kady merupakan rival terberat Iksan Iskandar. Pasalnya, Hamka adalah petahana, dan mempunyai basis suara tertentu. "Tentu saja karena mereka berebut suara di dapil yang sama," ungkapnya.
Disinggung soal basis suara Iksan Iskandar digempur baliho Hamka B Kady dan istri mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Ali menyebut hal itu tidak ada pengaruhnya. Sebab, baliho hanya sebagai media sosialisasi.
Baca Juga : DPR RI Soroti Potensi Pungli Beasiswa KIP di Kampus
"Yang terpenting dalam pilihan politik adalah relasi dan persepsi pemilih yang baik terhadap caleg," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News