0%
Jumat, 24 Maret 2023 14:57

Larangan Bukber Pejabat ASN, Pemkot Ubah Jadi Silaturahmi dan Ceramah Lorong

Penulis : Nurfitri
Editor : Rasdiyanah
Rapat Koordinasi Lingkup Pemerintah kot Makassar terkait kegiatan Pemkot Makassar Selama Bulan Ramadhan di ruang Sipakatau kantor Wali Kota Makassar Jum'at (24/3/2023)
Rapat Koordinasi Lingkup Pemerintah kot Makassar terkait kegiatan Pemkot Makassar Selama Bulan Ramadhan di ruang Sipakatau kantor Wali Kota Makassar Jum'at (24/3/2023)

Larangan buka puasa bersama pejabat dan ASN dialihkan oleh Wali Kota Makassar dengan bentuk yang lain.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto menanggapi perintah Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo terkait larangan buka puasa bersama untuk lingkup pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena adanya larangan tersebut agenda berbuka puasa bersama masyarakat di lorong yang telah direncanakan sebelumnya oleh Pemerintah Kota Makassar diubah menjadi agenda silaturahmi dan ceramah di lorong.

"Jadi kita tadinya kan mau bukber di lorong-lorong, tapi karena ada arahan dari presiden, sehingga kita ubah menjadi silaturahmi, ceramah di lorong," ujar Danny, sapaan akrabnya, saat diwawancarai wartawan pada acara Rapat Koordinasi Lingkup Pemkot Makassar terkait kegiatan Pemkot Makassar Selama Bulan Ramadhan di ruang Sipakatau kantor Wali Kota Makassar, Jumat (24/3/2023) 

Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel

Wali Kota Makassar dua periode tersebut juga mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan 100 milenial untuk mendampingi para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang rencananya akan mensedekahkan sembako dengan harganya sedang naik di pasaran, seperti beras dan minyak goreng.

Nantinya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan turun langsung ke 100 lorong selama bulan ramadhan untuk membagikan sembako ke masyarakat rentan, dalam hal ini orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan orang dengan disabilitas.

"Nanti OPD yang penuhi lorong itu, ini tidak ada anggaran karena ini sedekah, nanti diminta hanya Rp 50 ribu, jadi siapa tahu bidangnya siapkan boleh disedekahkan sama seperti dulu kita lakukan buka puasa bersama dengan anak yatim pada periode pertama," ucap Danny. 

Baca Juga : Panen Perdana di Maccini Sombala, Wali Kota Makassar Harap Budidaya Berkelanjutan di Makassar

Danny juga mengungkapkan untuk tidak salah paham dengan perintah pak Jokowi, karena yang dimaksud oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut adalah untuk menghindari perilaku hedonisme yang mana diketahui sekarang cukup tinggi kasus-kasus pamer harta kekayaan di media social.

"Di samping itu ini dapat menjadi potensi karena ada sedikit kenaikan kasus pandemi, jangan sampai jadi pemicu disitu, karena massive ini kegiatan, kedua jangan sampai jadi pameran hedon, jadi pameran mobil segala macam, silaturahmi dengan masyarakat tidak dilarang, justru harus jadi bagian daripada konsepitias sosial," tegas Danny.

Ia menambahkan, perintah tersebut hanya diperuntukan untuk pejabat dan ASN jadi untuk masyarakat yang ingin buka puasa bersama diperbolehkan, menurutnya hal ini merupakan perintah yang baik dan positif, di samping itu bisa membuat pejabat dan ASN untuk berhemat.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Peran Pemuda dan Ruang Kreatif di Hajatan IYS 2025

"Kalau masyarakat umum sudah jelas, silahkan, yang tidak boleh adalah pejabat daerah dan ASN kan biasakan seperti itu, untuk lebih menghemat, bagus malah. Satu kali jalan 100 lorong, tiap minggu, nanti OPD yang penuhi di lorong, bentuk sedekah tidak ada anggaran," tutup Danny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer