PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Industri perhotelan mengeluhkan kebijakan Presiden melarang pejabat ASN dan seluruh instansi pemerintahan untuk melakukan buka puasa bersama di Hotel.
Larangan tersebut berdampak pada penurunan kunjungan dan geliat ekonomi perhotelan. Padahal sebagian besar pertumbuhan ekonomi perhotelan sangat didukung oleh jumlah kunjungan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga mengeluhkan kebijakan yang diumumkan oleh Presiden Jokowi.
Baca Juga : Pengembangan Industri Perhotelan, PHRI Sulsel Minta Dukungan Pemerintah
"Puasa kali ini sangat berdampak bagi perhotelan. Kunjungan berkurang. Padahal yang banyak menyumbang peningkatan ekonomi di hotel adalah ASN," ucapnya.
Selanjutnya ia menyampaikan perbandingan yang dialami industri hotel setelah kebijakan itu diumumkan oleh pemerintah.
"Sesuai data yang kami rampungkan setiap tahunnya, 60 persen buka puasa bersama dilakukan oleh ASN," bebernya.
Baca Juga : PHRI Sulsel Target Peningkatan Akupansi Malam Tahun Baru Tembus 98 Persen
Biasanya kata dia, pemerintah melakukan kegiatan di hotel sekaligus dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Tapi awal puasa tahun ini mengalami penurunan.
"Sebanyak 60 persen jatah yang biasanya diterima pihak hotel tidak terisi karena aturan tersebut. Kami sangat merasakan dampaknya," pungkas Anggiat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News