PORTALMEDIA.ID, BULUKUMBA - Seorang warga Desa Bonto Macinna, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan nekad menikam karyawan konter handphone hingga 17 kali tusukan dan membuat korban kehilangan nyawa.
Peristiwa itu terekam kamera warga hingga video tersebut dibagikan berulang kali di sosial media WhatsApp hingga viral.
Video berdurasi 7 detik itu mempertontonkan seorang pemuda dengan balutan sweater hitam dan jeans berwarna hitam memegang senjata tajam jenis badik dengan melontarkan kalimat dengan dialek Makassar. Namun pemuda ini dapat dikendalikan oleh seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.
Baca Juga : Cekcok Soal Aliran Air Berujung Penganiayaan di Bone, Kakak Tikam Adik dengan Badik
"Pammoporanga di (Maafkan saya) Sirikku anne, siri' (Ini harga diri saya)," ujar pemuda dalam unggahan video tersebut. Video itu pun dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Abustam Prahara.
"Telah terjadi kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelakunya adalah Idil Amri (23) sedangkan korbannya Ahmad (29) warga BTN Grand Mulia, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang," kata AKP Abustam Prahara kepada wartawan, Jumat (30/3/2023) malam.
Berdasarkan keterangan saksi di TKP, kata dia, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 18.10 Wita pada Kamis (30/3/2023).
Baca Juga : Ditegur Buang Sampah Sembarangan, Pria di Gowa Tega Aniaya Tetangga
"Korban ditikam di BTN Rindra 5 Dusun Borong Kalukue, Desa, Taccorong, Kecamatan Gantarang, Bulukumba," kata AKP Abustam.
Akibat penganiyaan tersebut, korban mengalami luka serius hingga dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawa tak bisa ditolong.
"Korban mengalami luka tusuk sebanyak 17 kali dan meninggal dunia sekitar pukul 20.45 wita di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba," jelasnya.
Baca Juga : Diberi Tumpangan, Pria di Gowa Malah Aniaya Pemilik Salon Hingga Pingsan, Harta Benda Digasak
Untuk motifnya sendiri, korban diduga memiliki hubungan spesial dengan istri terduga pelaku. Pelaku saat ini telah menyerahkan diri ke polisi.
"Diduga pelaku cemburu kepada korban. Namun terkait perselingkuhan belum bisa dipastikan karena saat ini polisi masih melakukan proses penyelidikan," pungkas AKP Abustam Prahara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
