PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Informasi terkait profil Calon Anggota Legislatif (Caleg) harus dibuka seluas-luasnya. Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengatakan, fenomena beli kucing dalam karung sangat berbahaya.
"Hal itu bisa dilihat dari hasil riset Formappi pada Pemilu Serentak 2019. Saat itu sebagian Caleg menolak mempublikasikan profilnya," kata Lucius, dalam webinar Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) bertajuk Kenali dan Kritisi Daftar Calon Sementara Legislatif untuk Pemilu 2024, Sabtu, 8 April 2023.
Ia berharap, masyarakat jangan sampai beli kucing dalam karung. Bisa dibayangkan kalau ada Caleg yang profilnya tidak mau dipublikasikan.
Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih
"Saat itu ada 26 persen atau 2.074 Caleg. Bahkan ada yang tanpa data, sekitar 18 persen atau 1.457 Caleg," ungkap Lucius merinci.
Menurutnya, pentingnya keterbukaan informasi harus jadi pembelajaran untuk penyelenggara. Meski saat itu jumlah Caleg yang membuka profilnya 50 persen lebih.
"Yang data profilnya tersedia hanya 56 persen atau 4.460 caleg. Jadi kita bisa melihat, ada tantangan serius di Pemilu 2024," ucapnya.
Baca Juga : Total Pemilih Naik jadi 211,8 Juta Jiwa Hingga Akhir 2025
Karena itu, Lucius mendorong KPU dan Parpol membuka profil Caleg yang akan berlaga kepada publik.
"Agar publik sejak awal bisa berpartisipasi melakukan kontrol terhadap bakal Caleg yang ditawarkan Parpol," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

