PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR- Kepolisian Sektor (Polsek) Tinggimoncong kini masih melakukan penyelidikan ihwal kematian seorang Mahasiswa Baru (Maba) bernama Zhafirah Azis Syah Alam (20) saat mengikuti kegiatan pengkaderan FKM UMI Makassar di kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa.
"Sementara masih proses penyelidikan. Sudah banyak diperiksa, terakhir kemarin baru lima orang, yang lain masih dipanggil," jelas Kapolsek Tinggimoncong, AKP Jumadi saat dikonfirmasi via sambungan seluler oleh Portalmedia, Senin (25/7/2022) siang.
Kata Jumadi, ke lima orang yang diperiksa itu masih berstatus saksi dan kini masih ditahan di Mapolsek Tinggimoncong.
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Pimpinan UMI Bahas Kolaborasi Pendidikan
"Iya sementara masih ditahan dulu untuk proses penyelidikan, termasuk ketua panitia pelaksana," bebernya.
Jumadi juga membantah informasi yang beredar bahwa adanya luka lebam di bagian tubuh belakang mahasiswi itu. Diketahui, peserta pengkaderan tingkat senat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sempat direndam oleh pantia pelaksanaan kegiatan. Kepolisian menyebutkan pernyataan itu didapat dari pemeriksaan saksi-saksi.
"Ada kegiatan kegiatan seperti itu, berendam, disuruh juga kayaknya (merayap). Tidak ada (luka lebam). Pihak keluarga belum ada laporan polisi, mungkin masih keadaan berduka," tukasnya.
Baca Juga : Dua Kelompok Mahasiswa di UMI Bentrok, Dipicu Saling Ejek
Sebagaimana diketahui, insiden nahas yang menimpa mahasiswi tersebut terjadi pada Minggu (24/7/2022) sekira pukul 04:00 Wita, saat mengikuti kegiatan pengkaderan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Kegiatan pengkaderan itu gelar di kawasan wisata Embun Pagi, Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Ayah Zhafirah, Abdul Aziz mengaku kaget dengan kabar meninggalnya anak perempuannya itu. Zhafirah kata Abdul Aziz meninggalkan rumah dengan keadaan sehat.
Baca Juga : Kembalikan Kerugian Yayasan UMI, Status Tersangka Prof Sufirman DicabutÂ
"Saya tidak langsung percaya karen ketika anak saya berangkat dilengkapi surat sehat dan surat izin mengikuti kegiatan," jelasnya.
Azis pun melakukan visum dan autopsi terhadap jasad anaknya di Biddokkes Polda Sulsel sebab tidak yakin atas kematian anaknya. Dirinya berharap penyebab kematian Zhafirah bisa terungkap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News