PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi perputaran uang selama libur Idulfitri 1444 Hijriah mencapai Rp92,3 triliun, yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Jumlah tersebut dihitung dari jumlah pemudik sebesar 123,8 juta orang atau setara dengan 30.752.000 keluarga.
"Jika setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp3.000.000, maka perputaran uangnya mencapai Rp92,3 triliun," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, dalam keterangan resminya, Senin, 17 April 2023.
Perhitungan tersebut, kata Sarman, dihitung rata-rata paling minimal, masih berpeluang di atas itu. Perputaran uang tersebut akan menyebar di sektor usaha transportasi darat, laut dan udara, kuliner, hotel atau penginapan, restoran, kafe, destinasi wisata, UKM makanan khas daerah dan penjual souvenir, warung dan toko di daerah, dan berbagai produk unggulan daerah.
Baca Juga : Kadin Kucurkan Rp540 Miliar untuk Bangun 270 Dapur Program Makan Bergizi Gratis
"Dengan potensi perputaran yang cukup besar tersebut, dipastikan ekonomi daerah akan produktif dan bergairah, akan mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah," jelas Sarman.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik tahun ini naik sebesar 14,2 persen mencapai 123,8 juta orang dibanding tahun lalu yang sebanyak 85,5 juta orang. Di samping mudik, ada juga warga yang melakukan perjalanan wisata keluarga ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.
"Beberapa daerah juga akan mendapatkan perputaran uang tambahan dari kiriman pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri atau remitansi yang juga mengalami kenaikan menjelang Idulfitri," tambah Sarman yang juga Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News