0%
Senin, 25 Juli 2022 19:59

Lebih dari 2 Jam, Komnas HAM Kumpulkan Keterangan soal Luka di Tubuh Brigadir J

Editor : Rasdiyanah
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam. Foto: ist
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam. Foto: ist

Pertemuan antara tim forensik atau Pusdokes Polri dengan Komnas HAM berlangsung selama lebih dari 2 jam. Dalam pertemuan ini, Komnas HAM mengumpulkan jawaban terkait luka yang ada tubuh Brigadir J atau Brigadir Yushua.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam memastikan, pihaknya sudah menemukan jawaban valid dari keterangan Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokes) Polri terkait waktu kematian dan luka di tubuh almarhum Brigadir Yoshua alias Brigadir J.

Menurut Anam, dikutip dari liputan6.com, informasi yang diterima sudah cukup melengkapi informasi tentang misteri kematian Brigadir Yoshua.

“Kami cek karakter dan jenis luka, kami juga cek posisi luka itu memiliki karakter sudut tembak seperti apa? Kami ditunjukin bukti dan logikanya (oleh Pusdokes Polri),” kata Anam usai menggali keterangan dari pihak Pusdokes Polri selama lebih dari dua jam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (25/7/2022).

Baca Juga : Komnas HAM Catat 10 Orang Meninggal Dunia Akibat Demo, Ini Daftarnya

Anam mengaku, Komnas HAM mencecar Pusdokes Polri terkait mengapa ada luka di wajah hingga adanya luka-luka di tubuh Brigadir Yoshua. Tidak sekadar keterangan verbal, Anam juga meminta semua informasi disampaikan Pusdokes Polri dengan validasi.

“Kami telusuri detil dan kami minta pembuktiannya dan ditunjukan logikanya seperti apa, kami cek posisi jenazah saat datang, seblum dimandikan, sebelum-setelah diautopsi,” urai Anam.

Meski informasi detail sudah disampaikan dengan gamblang oleh Pusdokes Polri, namun Anam menegaskan belum ada kesimpulan yang dapat disampaikan ke publik untuk saat ini.

Keterangan akan Disatukan

Baca Juga : Komnas HAM Rilis Indikasi Pelanggaran Netralitas Aparatur Negara Pemilu 2024

Dia menjelaskan, keterangan yang diperolehnya akan disatukan dengan keterangan pihak keluarga almarhum dan tim ahli yang dimiliki Komnas HAM.

“Kami sudah punya catatn mendalam, tapi kami belum menyimpulkan sekarang. Kesimpulan pasti ada, tapi nanti tidak sepotong-sepotong jadi nanti kalau sudah komprehensif,” Anam memungkasi.

Diketahui, kematian Brigadir J menjadi sorotan publik setelah ditemukannya banyak dugaan bentuk kekerasan, seperti luka bekas sayatan, jari dan bahu yang patah, kemudian rahang yang bergeser dan yang lainnya.

Baca Juga : Indonesia Diserbu Pengungsi Rohingya, Komnas HAM Keluarkan 11 Rekomendasi

Brigadir Yoshua tewas setelah adanya insiden baku tembak di kediaman mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar