PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla memberikan komentar atas meninggalnya salah seorang mahasiswa Fakultas Kesehatan Masayarakat (FKM) UMI saat mengikuti pengkaderan di Malino.
Adi Suriayadi Culla meminta pihak kampus melakukan evaluasi terhadap proses pengkaderan yang dilakukan oleh mahasiswa. Ini penting karena kejadian tersebut sering terjadi tidak hanya di UMI, tetapi beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
"Itu insiden yang terjadi setiap acara pengkaderan, mestinya dilakukan evaluasi terhadap sistem yang digunakan, dalam proses ini. Kenapa perlu? karena menjatuhkan korban yang di luar kontrol dari pihak yang penyelenggara," ungkap Adi.
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Pimpinan UMI Bahas Kolaborasi Pendidikan
Adi menegaskan pada prinsipnya mahasiswa yang mengikuti sosialisasi ini, atau pengkaderan dari kampus merupakan sosialisasi mulai tradisi akademis juga terkait sejumlah regulasi yang diberlakukan di universitas tersebut.
"Sekali lagi harus dievaluasi juga sosialisasi terhadap keberadaan organisasi disamping etika akademik itu sebenarnya bagian penting dalam hal ini. Cuma ada proses di dalamnya ada pelibatan mahasiswa karena orientasi kampus itu berkaitan interaksi antara mahasiswa dan para seniornya," tandas Adi.
Adi menuturkan atas kejadian tersebut pihak universitas mengeluarkan regulasi bahwa dalam proses pengkaderan lebih akademis dan tidak lagi menggunakan sistem secara fisik.
Baca Juga : Dua Kelompok Mahasiswa di UMI Bentrok, Dipicu Saling Ejek
"Sistem pengkaderan perlu disederhanakan, tidak harus melalui proses secara fisik atau latihan fisik yang bernuansa kemiliteran atau tindakan senioritas, harus dialihkan secara tertentu terhadap mahasiswa baru ini semua harus dievaluasi dan harus dibuat lebih akademis," tutup Adi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News