PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Lembaga riset Public Policy Network (Polinet) menemukan pelanggaran sistem kerja standar operasional di Depo Pertamina Makassar. Kondisi ini pun disebut dapat mengancam keselamatan warga setempat.
Peneliti Polinet, Naylawati Bachtiar menyebut Depo Pertamina Makassar yang terletak di Jalan Sabutung Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah perlu dievaluasi, sebab menurut temuan di lapangan depo ini tidak memenuhi standar keselamatan umum serta berisiko dapat mengorbankan warga sekitar.
Dijelaskannya, Depo Pertamina Makassar hanya berjarak kurang lebih 19 meter dari bangunan rumah warga.
Baca Juga : Dukung Mitigasi Perubahan Iklim, Telkomsel Tanam Seribu Mengrove di Pangkep
"Kondisi ini tidak sesuai dengan standar acuan Pertamina yang merujuk pada American Petroleum Institute (API) dengan jarak minimum 60 meter dan National Fire Protection Association (NFPA) yang menetapkan jarak minimum 122 meter,"ungkapnya saat ekspose hasil penelitian di Warkop Megazone Jalan Topas, Jumat(23/06/2023).
Selain itu Polinet juga menemukan adanya pencemaran udara di sekitar Depo Pertamina. Hal ini ditandai dengan adanya bau gas dengan kombinasi cuaca panas mengakibatkan banyak masyarakat yang mengalami flu, pusing bahkan sesak nafas.
"Artinya ada pengelolaan limbah yang kurang baik pada Depo Pertamina. Sementara merujuk pada hasil analisis publik terkait dampak lingkungan Depo Pertamina Makassar menunjukkan 69,23 persen menyatakan keberadaan depo telah mencemari lingkungan , 30,77 persen menganggap tidak mencemari udara,"sebutnya.
Baca Juga : KPK Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU CSR BI-OJK
Belum lagi, peristiwa kebakaran Depo Pertamina Makassar tahun 2009 silam serta meledaknya Depo Plumpang belum lama ini semakin membuat warga yang bermukim di sekitar depo makin khawatir.
Dari aspek sosial, keberadaan Depo Pertamina Makassar juga disebut telah merampas hak asasi masyarakat, termasuk tidak ada prioritas kerja bagi masyarakat sekitar.
"Keberadaan depo Pertamina dianggap mengancam hak atas rasa aman bagi warga sekitar depo karena jaraknya yang sangat dekat dengan perumahan warga," ujarnya.
Baca Juga : PT Vale IGP Morowali Edukasi Siswa SD Manfaatkan Limbah Sampah
Persoalan lainnya yakni tidak meratanya CSR hingga pemerintah setempat tidak dilibatkan secara menyeluruh serta tidak menindaklanjuti hasil dialog bersama.
"Dari aspek tata kelola, CSR depo Pertamina dianggap tidak efektif karena tidak merata ke masyarakat sekitar depo," tutur Naylawati.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Polinet merekomendasikan untuk merelokasi Depo Pertamina Makassar ke tempat yang representatif dan sesuai dengan keselamatan warga.
Baca Juga : GMTD Bagikan Puluhan paket Sembako kepada Petugas Kebersihan di Area Tanjung Bunga
"Untuk itu, kami merekomendasikan untuk pemindahan lokasi depo Pertamina dengan skema Public Private Partnership. Sehingga, anggaran pemindahan dapat di minimalisir," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News