0%
Sabtu, 01 Juli 2023 17:33

Sentil Capres-cawapres, SI Bakal Pilih yang Adil Ekonomi dan Sosial

Editor : Gita Oktaviola
Sentil Capres-cawapres, SI Bakal Pilih yang Adil Ekonomi dan Sosial
ist

SI mengerucutkan kriterianya untuk capres dan cawapres. Salah satunya mereka yang paling berpihak kepada keadilan ekonomi dan sosial.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Organisasi Syarikat Islam (SI) semakin mempertegas keberpihakannya dalam politik. Mereka akan mengumumkan dukungan kepada salah-satu calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

SI mengerucutkan kriterianya untuk capres dan cawapres. Salah satunya yang paling berpihak kepada keadilan ekonomi dan sosial.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva menyampaikan pendapatnya.

Baca Juga : Pemerintah Akui Kebijakan Keliru Sebabkan Ekonomi Melambat di Awal Tahun

"Nanti Kita akan positioning ini, siapapun yang paling berpihak ke keadilan sosial," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Saat ini, SI kata Zoelva, belum bisa menetapkan pilihan. Cuma akan dipilih melalui kriteria yang mereka inginkan.

"Ini masih belum jelas siapa calon yang akan maju. Memang sudah ada tiga orang yang mendeklarasikan diri, tetapi belum ada keputusan final. Kita akan melihat apakah tiga orang ini atau mungkin empat atau dua, hal ini masih belum jelas. Kita tentukan sesuai kriteria," tegasnya.

Baca Juga : PLN Salurkan Bantuan Modal Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku UMK di Palu

Untuk diketahui ada tiga calon presiden yang sudah mendeklarasikan diri dan memenuhi ambang batas pencalonan presiden, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

SI yang dulunya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) kata Zoelva akan berorientasi kepada penguatan ekonomi dan entrepreneurship. Dalam konteks politik, menurutnya, politisi tanpa uang tidak masuk akal, dan politisi tanpa uang cenderung akan menunduk kepada pemilik uang.

Untuk itu, entrepreneur Islam yang memiliki nilai-nilai semangat wirausaha dan keislaman yang kuat menjadi kunci agar para politisi tidak gampang terpengaruh dengan para pemodal yang non muslim dan kebijakan tidak condong berpihak hanya kepada non-muslim.

Baca Juga : GIIAS 2025 Kembali di Makassar, Appi Harap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sektor Otomotif Lokal

"Kalau begitu kondisi politik dikuasai non muslim secara kebijakan, siapapun yang menjadi presiden kepala daerah betul namanya Ahmad, Muhammad, namanya Islam tapi dibalik itu kebijakannya pro atau membela mereka yang punya modal, inilah yang harus kita atasi," bebernya.

Apalagi kata Mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu, jika rakyat sejahtera maka mereka tidak akan gampang dibeli suaranya.

Dan untuk membangun itu semua kata Zoelva bukanlah perkara mudah dan cepat. Dibutuhkan 10-15 tahun, dan hal ini akan dimulai salah-satunya di Sulsel.

Baca Juga : Kerugian Besar, KFC Indonesia Lakukan PHK Ribuan Karyawan dan Tutup Puluhan Gerai

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer