0%
Kamis, 20 Juli 2023 12:24

Masih Rugi, Garuda Optimis 2024 Penumpang kembali Pulih

Editor : Agung
Masih Rugi, Garuda Optimis 2024 Penumpang kembali Pulih
ist

Garuda memperkirakan jumlah penumpang baru pulih pada 2024. Prediksi itu ia buat dengan meningkatkan pola bepergian masyarakat usai pandemi yang berubah.

PORTALMEDIA.ID - PT Garuda Indonesia Tbk mencatat jumlah penumpang domestik dan internasional tahun ini rata-rata baru 600 ribu per bulan. Padahal, sebelum pandemi, jumlahnya mencapai 1 juta penumpang.

"Nilai transaksi sekitar US$100 juta atau Rp 1,5 triliun per bulan transaksi keseluruhan,"kata Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi saat ditemui di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dilansir CNN, Kamis (20/7/23).

Ia memperkirakan jumlah penumpang baru pulih pada 2024. Prediksi itu ia buat dengan meningkatkan pola bepergian masyarakat usai pandemi yang berubah.

Baca Juga : Buntut HP Penumpang Hilang, Garuda Bebas Tugaskan Semua Awak Kabin

"Situasi sebelum pandemi, mungkin kita satu juta lebih (penumpang) dan belum kembali ke sana, tapi kita perkirakan di 2024 itu mungkin. Karena begini, cara orang bepergian sekarang berbeda, kalau dulu pergi, iya pergi, kalau sekarang ada online lebih milih vidcon (video conference) saja, ada pilihannya," ujarnya.

Apabila dirinci, rute yang paling banyak diminati adalah penerbangan domestik. Namun, sejak covid-19 mendapat status endemi, penerbangan internasional juga kembali meningkat.

"Liburan dari luar negeri, misalnya musim semi, dari Eropa pada datang pesawat, dari Amsterdam tinggi isian dari Juli (2023) ini," terangnya.

Baca Juga : Perjalanan Haji 2025 Berpeluang Gunakan Pesawat Selain Garuda Indonesia

Ketika pandemi covid-19, jumlah penumpang secara keseluruhan di maskapai pelat merah itu sempat anjlok menjadi 30 ribu penumpang per bulan.

"Saat pandemi paling jelek sebulan 30 ribu, pernah kita 30 ribu sebulan waktu lagi dilarang mudik segala. Kami juga agak megap-megap," ujarnya.

Saat ini, maskapai Garuda telah melayani seluruh rute penerbangan baik internasional maupun domestik. Kecuali, penerbangan ke beberapa wilayah di China yang belum rutin.

Baca Juga : Dramatis! Garuda Dipaksa Bermain Imbang 2-2 Lawan Bahrain

"Kalau rute sudah semua, sudah terbang kecuali negara seperti China, kita baru buka Guangzhou, Hong Kong. Shanghai belum rutin, Beijing juga belum rutin, kami terbang harus profit itu pesan menteri," ujarnya.

Lebih lanjut, terkait rencana penambahan rute penerbangan internasional, perusahaan akan melihat permintaan di setiap negara. Perusahaan bakal melakukan studi terperinci mengenai rencana rute baru, termasuk mempertimbangkan profit.

"Kami lihat demand ada, kami hitung, kami pertimbangkan lakukan studi dengan detail. Kalau menurut kita profit, baru kita buka, saat ini kita masih ke negara yg sebelumnya ada, jadi cuma diaktifkan kembali," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer