PORTALMEDIA. ID, MAKASSAR - Sempat heboh di media sosial (Medsos) aksi sekelompok bocah di Makassar tertangkap kamera CCTV saling kejar-kejaran layaknya sedang perang kelompok.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, dekat kantor KPU Kota Makassar, Sabtu (22/7/2023) malam.
Saat tengah melakukan aksinya, delapan bocah yang tertangkap kamera CCTV itu langsung ditangkap pihak Polsek Manggala tidak lama usai videonya viral.
Baca Juga : Geng ART TKI Tawuran di Singapura, Didenda hingga Rp11 Juta
Setelah diamankan, pihak Polsek Manggala memanggil para orangtua bocah itu dan dibuat suatu perjanjian untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.
Bukan hanya itu, mereka juga dibawa ke Balla' Barakka' Kecamatan Manggala untuk dilakukan pembinaan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan, pihaknya memberikan pembinaan kepada para bocah tersebut selama di Balla' Barakka'. Para bocah ini diamankan setelah viral melakukan latihan perang kelompok.
Baca Juga : Jelang Sahur, 2 Kelompok Pemuda di Makassar Saling Lempar Busur, Polisi: Sudah Langganan
"(Mereka) Latihan perang-perang, latihan tawuran antar kelompok. Pastinya anak-anak ini kita ambil, kita lakukan pembinaan di rumah singgah Balla' Barakka'," ujar Ngajib saat ditemui di Balla' Barakka', Sabtu (29/7/2023).
Dikatakan Ngajib, kedelapan bocah itu dibina selama satu pekan. Mereka diberikan pembinaan. Baik itu terkait kedisiplinan, keagamaan, dan pelajaran umum.
"Mereka juga tetap sekolah seperti biasa, tapi setelah sekolah mereka kembali ke rumah singgah," ucapnya.
Baca Juga : 18 Remaja Ditetapkan Tersangka Tawuran Antar Kelompok di Manggarupi Gowa
Tambah Ngajib, tujuan para bocah tersebut dibina untuk diberikan pemahaman terkait perang antar kelompok. Mengubah pola berpikirnya terkait apa yang mereka lakukan.
"Ini punya tujuan, membina anak-anak ini supaya yang tadinya punya pemahaman terkait dengan perang antar kelompok supaya mereka bisa kembali mentalnya, supaya mereka tidak lagi melakukan perang antar kelompok," tukasnya.
Ngajib berharap, dengan adanya pembinaan yang diberikan, para bocah itu bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Baca Juga : Minta Duit Tak Diberi, Pria di Makassar Malah Curi Motor Sang Kekasih
"(Bisa) Mengajak kepada teman-teman yang lain supaya tidak melakukan perang antar kelompok atau perbuatan-perbuatan yang lain melanggar aturan," tandasnya.
Ngajib mengingat ke belakang, tepatnya pada 1997 dan 1998, di Makassar saat itu menjadi kota yang sangat rawan terjadi aksi perang kelompok.
"Waktu 97, 98, ketika (pertama) saya tugas di sini, perang antar kelompok sudah banyak sekali. Dari pagi, siang, sore, malam. Tapi Alhamdulillah perjalanan di kota Makassar, kegiatan sosial sudah berubah, sekarang sudah sangat berkurang perang kelompok," ingatnya.
Baca Juga : Selain Siswa, Polisi Amankan 11 Motor Pasca Tawuran Antarpelajar di Gowa
Sebelumnya diberitakan, Media Sosial dihebohkan terkait perang kelompok di Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, dekat kantor KPU Kota Makassar, Sabtu (22/7/2023) malam.
Dalam video itu, terlihat para bocah yang berjumlah sekitar sepuluh orang membawa senjata tajam (Sajam). Yang paling nampak, sajam jenis celurit.
Kapolsek Manggala Kompol Syamsuardi mengatakan, pihaknya telah mengambil tindakan cepat usai mengetahui informasi tersebut.
"Ini anak-anak ini yang lagi viral, tertangkap kamera CCTV, disebarkan seakan-akan ada tawuran," ujar Syamsuardi.
Berdasarkan hasil interogasi, para bocah tersebut rupanya hanya sedang bermain-main layaknya sedang tawuran.
"Ternyata mereka hanya bermain-main, iseng. Ada yang bawa pipa berbentuk celurit, dan beberapa juga kayu," ungkapnya.
Kedelapan bocah yang diamankan, dan antaranya IN (16), MF (14), AB (13), AD (12), FA (14), MA (14), BA (16), dan AL 14). "Semuanya masih pelajar, yang paling tua kelas XII SMA," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News