PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Universitas Bosowa kembali mengukuhkan seorang Profesor perempuan di bidang sosiologi bernama Prof. Dr.Dra. Hj. Nurmi Nonci, M.Si.
Ia meneliti tentang budaya silariang dan nikah siri' yang ada dalam tatanan budaya masyarakat Bugis-Makassaar.
Judul disertasinya "Dari Silariang Menuju Nikah Siri': Transformasi dan Negosiasi Struktur". Prof Nurmi melakukan analisis transformasi silariang dan nikah siri dengan modernisasi yang sedang berkembang saat ini.
Baca Juga : Sosialisasi Permenpan-RB, Unismuh Siapkan 72 Dosen Jadi Guru Besar
Ia menjelaskan jika masyarakat dalam tatanan sosial budaya telah mengalami transformasi. Dulu kasus silariang atau nikah siri dianggap bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Namun, seiring berkembangnya zaman semua telah dianggap seimbang.
"Kalau dulu kan silariang atau nikah siri merupakan penyimpangan struktur dan dianggap melanggar norma. Namun di zaman modern ini semuanya sudah berkembang, jalur transformasi perkotaan sudah menyentuh perkampungan sehingga masyarakat mulai terbuka dan menerima. Jadi, mereka yang silariang dan kembali membawa cucu akan diterima oleh keluarga dan dinikahkan kembali dengan adat istiadat yang berlaku dalam masyarkat tersebut," jelasnnya.
Lebih lanjut, pengukuhan yang dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa dan tamu undangan hingga kerabat dekat Prof Nurmi mengundang haru.
Baca Juga : Dua Tahun Terakhir, Kemenag Lahirkan 959 Guru Besar
Diakhir pidato, ia menceritakan pengalamannya bersama keluarga hingga menyandang status sebagai Profesor.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Andi Burhanuddin, S.Sos, M.Si membacakan riwayat hidup Prof. Nurmi Nonci dengan penuh rasa bangga
"Bu Nurmi Tumbuh menjadi wanita tangguh bermental baja, banyaknya kerikil yang ditempuh selama penyelesaian gelar Doktornya, sehingga mampu menyelesaikannya dengan tertatih,"imbuhnya.
Baca Juga : Unibos Kini Kembangkan Program Magang International: Siap-siap Kirim Puluhan Mahasiswa ke Jepang
Selain itu, Rektor Universitas Bosowa Prof Batara Surya dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi atas pengukuhan guru besar ini.
"Yang saya yakini dari pengukuhan ini dapat memotivasi dosen-dosen yang lain untuk dapat terpacu mengikuti jejak Prof Nurmi," bebernya.
"Kita bersyukur bahwa penambahan guru besar ini membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi dalam bidang ilmu masing-masing, bahwa guru besar adalah seorang guru pendidik, peneliti dan pengabdi bagi masyarakat" tambah Prof Batara.
Baca Juga : UMI Kembali Kukuhkan Tiga Profesor Baru
Selain itu, Ia berpesan agar Guru Besar atau Profesor memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan dan mencetak perubahan.
"Saya berharap dari sini, kepada Prof Nurmi dan Prof Batara yang dikukuhkan dapat memaksimalkan kontribusi saudara untuk perkembangan Sdm Unibos yang semakin pesat," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News