0%
Kamis, 03 Agustus 2023 20:30

OJK: Ekonomi Global Melemah, Tiongkok dan Eropa Terpuruk, Indonesia Aman

Editor : Gita Oktaviola
OJK: Ekonomi Global Melemah, Tiongkok dan Eropa Terpuruk, Indonesia Aman
ist

Momentum pemulihan perekonomian Tiongkok dan Eropa saat ini cenderung melemah dengan tekanan deflasi terlihat di Tiongkok sementara tekanan inflasi di Eropa masih persisten tinggi.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengumumkan stabilitas sektor keuangan yang tetap terjaga dan resilien di bulan Juni 2023. OJK menilai kestabilan inj didukung oleh permodalan yang solid dan likuiditas memadai.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, saat ini, perkembangan perekonomian global masih menunjukkan divergensi pemulihan dengan pertumbuhan ekonomi.

"Jika ditelisik, AS jauh lebih baik dari ekspektasi, yaitu di triwulan II 2023 tumbuh sebesar 2,4 persen, dibanding proyeksi the Fed sebesar 1,0 persen sepanjang 2023 dan dengan tingkat inflasi juga terus menurun," jelasnya melalui conferensi pers via zoom, Kamis (3/8).

Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar

Katanya, momentum pemulihan perekonomian Tiongkok dan Eropa saat ini cenderung melemah dengan tekanan deflasi terlihat di Tiongkok sementara tekanan inflasi di Eropa masih persisten tinggi.

Namun demikian, secara umum kinerja perekonomian global masih lebih baik dari perkiraan awal. IMF meningkatkan proyeksi pertumbuhan perekonomian global di 2023 menjadi 2,7 persen (proyeksi April 2023: 2,6 persen).

Pasar memperkirakan siklus peningkatan suku bunga kebijakan di AS telah mendekati akhir saat The Fed menaikkan FFR sebesar 25 bps pada FOMC Meeting Juli 2023.

Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026

"Hal ini mendorong penguatan pasar keuangan global baik di pasar saham, pasar surat utang, maupun pasar nilai tukar, yang juga disertai mulai terjadinya inflow ke mayoritas pasar keuangan emerging markets," terangnya.

Di domestik, kinerja perekonomian nasional terpantau positif terutama pada dunia usaha, yang terlihat dari peningkatan surplus neraca perdagangan, kembali meningkatnya PMI Manufaktur Juli 2023 menjadi 53,3 (Juni 2023: 52,5), serta peningkatan utilitas kapasitas industri.

Namun demikian, potensi peningkatan kinerja sektor rumah tangga dan sisi permintaan secara umum masih perlu didorong, terlihat dari berlanjutnya tren penurunan inflasi inti, moderasi penjualan ritel dan optimisme konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar