0%
Selasa, 08 Agustus 2023 18:41

Krisis Pangan Hantui RI, Menkeu Ancang-ancang Dana Triliunan

Editor : Gita Oktaviola
Krisis Pangan Hantui RI, Menkeu Ancang-ancang Dana Triliunan
ist

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Katanya gelombang pangan akan mengikuti arus yang beresiko pada pangan di Indonesia.

PORTALMEDIA.ID, Makassar - El Nino kian menggemparkan semua sektor perekonomian hingga pangan. Beberapa komoditas pangan di prediksi akan mengalami keterpurukan di semester dua 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Katanya gelombang pangan akan mengikuti arus yang beresiko pada pangan di Indonesia.

Hal tersebut selain karena kemarau panjang, juga dipengaruhi oleh penanggungan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiatives, imbas perang Rusia dan Ikraina.

Baca Juga : Pemerintah Akui Kebijakan Keliru Sebabkan Ekonomi Melambat di Awal Tahun

"Pada paruh kedua tahun ini kita akan sangat dipengaruhi ketidakpastian dari komoditas, hampir mirip seperti 2022, ditambah dengan nanti El Nino, ini menjadi sesuatu yang harus kita waspadai pada paruh kedua 2023 ini," kata Sri Mulyani dalam acara Penyerahan Insentif Fiskal Kinerja Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, dikutip Rabu (2/8/2023).

Sri Mulyani menuturkan, imbas pangan yang akan menghampiri Indonesia kerena bahan pangan masih dipengaruhi produk yang termasuk dalam Black Sea Grain Initiatives, seperti gandum hingga biji bunga matahari.

Juli lalu Rusia mengakhiri perjanjian untuk distribusi di laut hitam yang merupakan lalu lintas dari wheat termasuk sunflower," ungkapnya.

Baca Juga : PLN Salurkan Bantuan Modal Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku UMK di Palu

Makanya, berbagai komoditas yang terkait dengan perjanjian itu akan mengalami lonjakan harga seperti pada 2022, di antaranya yang paling terhubung dengan Indonesia adalah minyak mentah kelapa sawit atau CPO yang berimplikasi langsung ke harga minyak goreng.

"Tapi kalau sunflower enggak keluar dari Ukraina harga minyak goreng melonjak tinggi, makanya CPO kita pasti kena," ujarnya

"Fenomena global akan mempengaruhi dan merembes ke seluruh negara di dunia, termasuk di Indo yang harus kita waspadai," tegas Sri Mulyani.

Baca Juga : GIIAS 2025 Kembali di Makassar, Appi Harap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sektor Otomotif Lokal

Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin inflasi akan meningkat. Oleh karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah akan memberikan insentif fiskal sebesar Rp 330 miliar bagi daerah yang sukses mengendalikan inflasi. Insentif fiskal ini akan diberikan sebanyak tiga kali sehingga totalnya mencapai Rp 1 trilliun pada tahun ini.

"Pemberian hadiah untuk insentif fiskal ini diharapkan makin memfokuskan daerah-daerah dalam penanganan inflasi terutama antifipasi El Nino, musim kering dan berbagai risiko sehingga kita minta daerah tetap waspada inflasi terutama dari yang berasal non-moneter dan non-core inflation," ungkap Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer