ICW Sebut Firli Sedang Main Peran Seolah Korban Kriminalisasi
ICW menyebut Firli seolah-olah sedang menjadi korban kriminalisasi.
PORTALMEDIA.ID — Ketua KPK Firli Bahuri berbicara mengenai situasi abnormal dan perasaan asing terkait dirinya menutupi muka usai diperiksa di Bareskrim Polri terkait dugaan pemerasan eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut Firli seolah-olah sedang menjadi korban kriminalisasi.
"Setelah mencermati lebih kurang 20 menit penjelasan Ketua KPK RI, Saudara Firli Bahuri, terkait perkembangan proses hukum dugaan pemerasan dan pertemuan Pimpinan KPK dengan pihak berperkara, ICW merasa purnawirawan jenderal bintang tiga kepolisian itu sedang memainkan peran seolah-olah dirinya adalah korban kriminalisasi," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Selasa (21/11/2023) dilansir Detikcom.
Baca Juga : KPK Siapkan Perluasan Desa Antikorupsi 2026 di 12 Provinsi, Sulsel Targetkan 21 Desa
"Hal itu bisa dibuktikan dengan beragam diksi dan kalimat yang Firli ucapkan, mulai dari kondisi abnormal, butuh jeda, merasa asing di mabes Polri, dan serangan balik koruptor," sambungnya.
Kurnia menyebut pernyataan Firli tidak relevan. Dia mengatakan masyarakat tentu sudah paham dengan jejak Firli yang dinilai buruk.
"Kalau saja Firli paham, model narasi seperti itu sebenarnya tidak lagi relevan ia ucapkan. Sebab, masyarakat sudah tahu bagaimana rekam jejak Firli di KPK yang terbilang sangat buruk, terutama berkaitan dengan integritasnya," katanya.
Baca Juga : Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pernah Diendorse Jokowi
Lebih lanjut, dia menilai kasus ini perlu diatensi langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menilai Polda Metro Jaya hanya terlihat gagah di penyidikan awal.
"Berkaitan dengan kinerja Polda Metro Jaya, ICW merasa sudah saatnya Kapolri turun tangan mengambil alih seluruh penanganan perkara melalui Bareskrim Polri. Sebab, rangkaian proses hukum terhadap Pimpinan KPK yang dilakukan Polda sangat lambat dan berlarut-larut," ujarnya.
"Sederhananya, apa yang dilakukan oleh Polda hanya terlihat gagah di awal saja, namun melempem pada ujung penuntasan perkara ini," sambungnya.
Baca Juga : KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers, Ikuti KUHAP Baru
Sebelumnya, Firli sempat menutupi wajahnya dengan tas setelah diperiksa di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK kepada Syahrul Yasin Limpo (SYL). Firli mengaku tak bisa menemukan mobilnya usai pemeriksaan.
"Saya sungguh dikagetkan mengapa kendaraan pribadi saya, saya tidak tahu keberadaannya," kata Firli dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2023).
Firli mengatakan mobilnya tidak ditemukan di Bareskrim Polri. Dia lalu ditawari tumpangan mobil oleh seseorang untuk meninggalkan lokasi.
Baca Juga : DPR Apresiasi Langkah KPK Kembalikan Uang Rampasan Kasus Taspen
"Sehingga seseorang menyampaikan pada saya untuk meminjamkan mobil pribadinya kepada saya dan mengantar saya keluar dari tempat," katanya.
Firli diperiksa di Bareskrim Polri pada Kamis (16/11). Pemeriksaan itu merupakan kali kedua bagi Firli diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan pemerasan kepada SYL.
Firli mengatakan ada suasana batin yang tidak menentu saat diperiksa di Bareskrim Polri. Dia merasa asing dengan kantor tempatnya pernah bertugas tersebut.
Baca Juga : KPK Klaim Sudah Selidiki Whoosh Sejak Awal 2025
"Saya tentu bertanya 40 tahun mengabdi di lembaga Polri, tapi kemarin saya harus bertanya, apa benar saya pernah mengabdi di sana? Dan mengapa markas besar itu terasa asing bagi saya," ujar Firli.
"Itulah yang bergejolak di batin saya saat 16 November 2023. Saya bermaksud menyampaikan perasaan ketidakadilan itu ada, dirasakan. Dan benar adanya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News